Rano Alfath Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi

0

TIRTAYASA.ID, TANGERANG – Sebanyak 150 orang warga Kecamatan Pinang mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Republik Indonesia yang digelar oleh Anggota Komisi III DPR-RI sekaligus Anggota Badan Pengkajian MPR-RI, Mohamad Rano Alfath pada hari Sabtu, (20/11) di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

Sudah menjadi kewajiban seorang wakil rakyat untuk mengedukasi masyarakat akan Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 dan Ketetapan MPR sebagai konstitusi negara; NKRI sebagai bentuk negara; dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara ke berbagai elemen masyarakat.

Dalam paparannya, Rano meminta masyarakat untuk mematuhi arahan pemerintah untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab masyarakat sebagai Warga Negara Indonesia.

“Program vaksinasi adalah bentuk kepedulian pemerintah dan usaha untuk bangkit dari keterpurukan kita karena pandemi COVID-19, maka dari itu saya sangat menghimbau untuk seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan vaksinasi agar kita bisa cepat membentuk herd immunity dan bersama-sama bangkit dari pandemi ini, demi Indonesia yang lebih maju dan sehat. Ini kan bentuk cerminan dari nilai-nilai Pancasila juga,” ungkap Rano.

Selain itu, anggota legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu juga mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi berita-berita tendensius yang belum terkonfirmasi kebenarannya yang sekarang ini menyerang pemerintah.

“Agar kita sebagai masyarakat yang kritis supaya bisa terus bertabayyun atau selalu crosscheck akan kebenaran suatu berita, maupun itu tentang pemerintah, agama, isu sosial, atau soal vaksinasi. Jangan mau di adu domba dan terprovokasi oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Ingat, selalu tabayyun,” tambahnya.

Empat Pilar kebangsaan ini, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika perlu secara seksama dipahami oleh seluruh komponen bangsa, dari rakyat biasa sampai presiden. (Rls)