Pilot Project Food Estate, Bupati Tatu: Harus Jemput Bola

0
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah

TIRTAYASA.ID – SERANG. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berharap wilayahnya kebagian pilot project program food estate yang akan dikembangkan oleh pemerintah pusat di beberapa provinsi. Hal itu dikarenakan Kabupaten Serang memiliki potensi sebagai penyangga ibu kota sekaligus memiliki lahan pertanian yang cukup luas.

Untuk diketahui, food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan.

“Tadi ketika presiden menyampaikan ada food estate yang dibangun dibeberapa daerah kami sangat berharap salah satunya bisa di Kabupaten Serang,” ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kepada wartawan usai mengikuti paripurna dengan agenda mendengarkan pidato presiden dalam rangka HUT kemerdekaan RI ke 75 di gedung DPRD Kabupaten Serang, Jumat (14/8).

Tatu mengatakan, alasan mendasar keinginan dirinya kebagian proyek tersebut karena Provinsi Banten khususnya Kabupaten Serang sangat dekat dengan ibukota, dan bisa dikatakan sebagai penyangga ibukota Jakarta.

“Disini juga seperti di Kabupaten Serang, Lebak, Pandeglang punya wilayah pertanian,” ucapnya. 

Oleh karena itu, demi program yang digagas Presiden Joko Widodo tersebut, dirinya akan mencoba berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar salah satunya bisa ditarik ke Kabupaten Serang. “Semoga bisa. Saya akan jemput bola,” ucapnya.

Politikus Golkar itu menilai, adanya program food estate ini akan berdampak pada petani. Ketika akan dijadikan food estate atau pilot project pusat, maka program akan lebih banyak lagi.

“Harus jemput bola, nanti saya ajak komunikasi bupati Lebak (Iti Oktavia), Bupati Pandeglang (Irna Narulita) karena punya daerah pertanian ketika program itu masuk kesini (Banten) kita keroyok barengan,” ungkapnya. 

Sementara, Presiden Joko Widodo dalam pidato HUT kemerdekaan RI ke 75 mengatakan, dengan peristiwa pandemi ini, maka reformasi fundamental di berbagai sektor harus dipercepat. Mulai dari kesehatan, hingga ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus ditingkatkan secara besar besaran. 

Untuk ketahanan upayanya dengan menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir distribusi, ke seluruh wilayah negeri.

“Efisiensi produksi pangan, peningkatan nilai tambah bagi petani, penguatan koperasi dan metode korporasi petani akan terus ditingkatkan,” ucapnya.

Jokowi menjelaskan, food estate saat ini sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional, bukan hanya di hulu tapi juga bergerak di hilir produk pangan industri.

“Bukan lagi menggunakan cara cara manual, tapi menggunakan teknologi modern dan pemanfaatan kecanggihan digital. Bukan hanya untuk pasar domestik, tapi juga pasar internasional,” tuturnya.

Saat ini sedang dikembangkan food estate di Provinsi Kalimantan tengah dan Sumatera Utara. Kemudian akan dilakukan dibeberapa daerah lain. “Program ini merupakan sinergi antara pemerintah, pelaku swasta, dan masyarakat sebagai pemilik lahan maupun sebagai tenaga kerja,” tuturnya. (red)