Menu

Mode Gelap
KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024 Kemeriahan Puncak Dies Natalis UPG ke-3, Dihadiri Artis hingga Pejabat Daerah  Politikus Gerindra Desmond J Mahesa Meninggal Dunia MK Tetapkan Pemilu 2024 Pakai Sistem Proporsional Terbuka, Waspadai Politik Uang  Pembangunan Tahap II Masjid Agung Ats Tsauroh Ditarget Rampung 2023

Nasional · 20 Apr 2021 05:45 WIB ·

Strategi Implementasi Profil Pelajaran Pancasila


 Strategi Implementasi Profil Pelajaran Pancasila Perbesar

Oleh : Unro, M.Pd.

Dalam sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak dapat dipungkiri dan sudah teruji bahwa yang menjadi perekat, pengikat dan penguat kerukunan bangsa ini adalah nilai-nilai yang tumbuh, hidup, dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. 

Nilai-nilai itu telah menjadi kekuatan pendorong untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kristalisasi nilai-nilai tersebut, tidak lain adalah sila-sila yang terkandung dalam Pancasila.

Pancasila telah membimbing dan spirit kehidupan lahir batin yang makin baik di dalam masyarakat Indonesia. Pancasila sebagaimana termaktub pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara. 

Hilangnya Mata Kuliah Pancasila

Di dalam Pancasila itulah tercantum kepribadian dan pandangan hidup bangsa yang telah diuji kebenaran dan keampuhannya, sehingga tidak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia. Bahkan Pancasila sudah menjadi kesepakatan bersama sebagai titik temu, titik tuju dan titik tumpu bagi bangsa Indonesia.

Seiring dengan perkembangan kehidupan global dan tuntutan sebagai akibat dari adanya kemajuan dalam segala bidang, kemerdekaan bangsa harus kita terjemahkan dalam format pembentukan karakter, kedaulatan ekonomi, demokratisasi, serta pembebasan seluruh rakyat Indonesia dari segala bentuk belenggu kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan.

Harus diakui kelemahan bangsa dalam menghadapi liberalisasi sebagai buah dari globalisasi adalah adanya kekhawatiran timbulnya berbagai ekses negatif. Salah satunya adalah kekhawatiran terjadinya krisis ideologis yang akhirnya akan menggerus jati diri sebuah bangsa yang Pancasilais.

Beberapa indikator seperti liberalisasi di bidang ekonomi, maraknya aksi kekerasan fisik dan phsikis atas nama perbedaan agama dan keyakinan, perbedaan kepentingan politik, perebutan sumber-sumber ekonomi dan dekadensi moral, pergaulan bebas di kalangan anak muda tidak lepas dari pengaruh globalisasi tersebut.

BACA JUGA   KTT G20 Tunjukkan Kepemimpinan Indonesia di Mata Internasional

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan program Profil Pelajar Pancasila yang merupakan bagian dari tujuan Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak.

Profil Pelajar Pancasila ini selaras dengan Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024: 

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Festival Hari Buku Nasional 2024 Untirta Digelar Selama Lima Hari 

7 Maret 2024 - 10:46 WIB

Peran Aktif Indonesia dalam Penyelesaian Perang Israel-Palestina

18 November 2023 - 11:34 WIB

KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024

13 November 2023 - 17:25 WIB

Komnas Perlindungan Anak Banten Dorong Setiap Sekolah Bentuk TPPK

8 November 2023 - 11:12 WIB

Siap Digelar, KTT AIS Menjadi Momentum Indonesia Kembangkan Ekonomi Biru

7 Oktober 2023 - 21:25 WIB

KTT AIS Forum 2023 Ajang Kolaborasi Negara Pulau-Kepulauan

6 Oktober 2023 - 14:41 WIB

Trending di Nasional