Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

News · 3 Sep 2020 03:07 WIB ·

Rencana Dibuka Kembali, SOP Belajar Tatap Muka Disempurnakan


 Rencana Dibuka Kembali, SOP Belajar Tatap Muka Disempurnakan Perbesar

TIRTAYASA.ID, SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang merencanakan penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang kini diberhentikan. 

Demikian terungkap usai Kepala Dindikbud Wasis Dewanto mendampingi Walikota Serang, Syafrudin usai mengikuti Rapat Koordinasi Virtual tentang Kebijakan Pembelajaran di masa Pandemi yang dilaksanakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di ruang teleconference Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Rabu (2/9).

Kepala Dindikbud Kota Serang, Wasis Dewanto mengatakan, Dindikbud akan menyempurnakan SOP pembelajaran tatap muka sebagaimana arahan Walikota Serang. “Kami akan menyempurnakan SOPnya. Sebagaimana arahan pak Wali,” kata Wasis. 

Wasis menjelaskan penyempurnaan SOP dimaksud agar dalam proses pembelajaran tatap muka tidak menimbulkan kerumunan di lingkungan sekolah. “Soal mekanisme pembelajaran siswa. Jam belajar siswa, jumlahnya akan dibahas bersama setelah status zona Covid-19 hijau atau kuning,” katanya.

“Kalau dasarnya (status zona-red) telah sesuai, maka kami akan menggelar rapat kembali. Karena memang persiapannya harus betul-betul matang,” tambah Wasis. 

Wasis mengungkapkan, pertimbangan lain yang tak kalah penting dalam pelaksanan proses pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau, Dindikbud memiliki izin gugus tugas penanganan Covid-19, daftar periksa atau mengecek persiapan sekolah dan termasuk pernyataan kesediaan orang tua. 

Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, penyempurnaan SOP dilakukan sebagai evaluasi dari pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang pernah dilakukan sebelumnya. “Kita memang perlu penyempurnaan SOP. Kita perlu simulasi lagi yang matang untuk pembelajaran tatap muka,” katanya. 

Syafrudin menjelaskan, salah satu rekomendasi terkait pengaturan jumlah siswa masuk kelas. “Utamanya kan, yang diperbolehkan masuk sekolah itu 50 persen. Teknisnya nanti, kelas 1,2 dan 3 masuk sekolah. Besoknya kelas 4,5 dan 6,” katanya. 

BACA JUGA   Brasil Cukur Serbia 2-0 di Piala Dunia 2022 Qatar

“Jadi bergantian sehari sekali masuknya. Sehingga tidak berjubel. Misalnya Senin kelas 1 sampai kelas 3 masuk sekolah. Selasanya hanya kelas 4 sampai kelas 6 yang masuk. Kemarin kan tidak begitu,” tambah Syafrudin. 

Syafrudin mengatakan, dalam waktu dekat membahas dengan gugus tugas terkait hasil koordinasi dengan Kemendikbud. Ia mengungkapkan, ada 95 persen orang tua yang menginginkan sekolah tatap muka. (rls)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

GP Ansor Kota Serang Meriahkan Turnamen Sepak Bola Pemuda Selatri di Terondol

17 Mei 2026 - 19:06 WIB

GP Ansor Kota Serang Terlibat Aktif Perluas Perlindungan Pekerja Informal Bersama BPJS Ketenagakerjaan

6 Mei 2026 - 11:50 WIB

Untirta Gelar Pekan Literasi “PELITA”, Perkuat Budaya Membaca di Era Digital

5 Mei 2026 - 07:06 WIB

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Serang Jenguk Warga Sakit di Puri Citra Pipitan

29 April 2026 - 11:09 WIB

Trending di Banten Politika