Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Opini · 13 Apr 2021 05:50 WIB ·

Puasa Ramadhan; Instrumen Menuju Takwa


 Puasa Ramadhan; Instrumen Menuju Takwa Perbesar

Oleh Efi Afifi, S.Pd.I, M.Pd.I

Kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan, ditandai hasil ru’yatul hilal bahwa hari Selasa sudah masuk tanggal 1 Ramadhan. Ramadhan mengingatkan kita akan makna atau esensi takwa yang sesungguhnya, karena memang ibadah puasa merupakan instrumen menuju ketakwaan.

Firman Allah SWT: 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183).


Dalam ayat tersebut, Allah menceritakan puasa sebagai langkah menuju ketakwaan, sudah dilakukan oleh para pendahulu kita. Para Nabi, Sahabat, Tabi’in, Tabi’it Tabi’in, Ulama, hingga kini, semua menjadikan puasa sebagai tangga menuju derajat mulia di sisi Allah yakni takwa.

Puasa mengajarkan untuk   الإمساك, menahan, baik dari makan minum dan hal membatalkan, maupun dari perilaku yang tidak terpuji yang dapat membatalkan puasa diantaranya, ghibah (membicarakan keburukan pihak lain), namimah (mengandu domba), Al Kidzbu (berbohong), sumpah palsu dan melihat hal hal yang mengundang syahwat.

Nabi dalam sabdanya mengultimatum bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan haus, itu karena puasa nya tidak menghadirkan sikap الإمساك dari perilaku tersebut.

Intinya, ibadah puasa dan bulan Ramadhan ini, merupakan tempat trainining-nya kader-kader muttaqin. Hingga para ulama seperti Syaikh Umar bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawiy dalam Durrotun Nasihin memaparkan banyak cerita mengenai bagaimana Allah membuat Bulan Ramadhan ini begtu Istimewa.

Mulai dari pengampunan dosa yang begitu luas, hingga seseorang yang selama hidupnya tidak sama sekali melaksanakan sholat dan lain-lain. Ketika datang bulan Ramadhan dan ia memulyakannya, maka ia mendapat tempat mulya di sisi Allah SWT.

BACA JUGA   Luncurkan Empat Buku dari Masjid, Arief Rosyid Serukan untuk Majukan Ekonomi Syariah Secara Berjamaah

Begitupun dengan dia, bulan Ramadhan ini merupakan bulan di bukanya pintu langit, hingga dalam kita tersebut di ceritakan sebuah kisah Nabi Musa As.

Dimana ketika Nabi Musa berbicara dengan Allah (kalamullah) beliau masih dibatasi oleh 70 ribu penghalang, dan penghalang tersebut Allah hilangkan ketika seorang hamba yang berpuasa di Bulan Suci Ramadhan hendak melakukan berbuka puasa.

Kisah-kisah ini dilekatkan dalam Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan, sesungguhnya untuk menjelaskan bagaimana Puasa adalah langkah dan tangga yang efektif menuju derajat Takwa.

Takwa akan mengasilkan kepribadian yang Independen, tidak tergantung dan mudah di intervensi atau di dominasi seseorang, sehingga kepribadian Takwa ia akan berani berbeda, karena berprinsip kebenaran.

Begitupun Takwa melahirkan kepribadian yang selalu merasa diawasi oleh Tuhannya, ada ketakutan teologis dan kesadaran ontologis, bahwa apa yang ia kerjakan meskipun tidak diketahui pihak lain, Allah SWT tetap memperhatikan, kepribadian ini adalah penopang dari integritas seseorang, nilai-nilai yang kita inginkan dari pelayan publik.

Takwa pula melahirkan kepribadian yang mandiri dan kreatif, karena ia hanya bersandar kepada Allah SWT. Singkatnya, Takwa telah menghimpun nilai nilai luhur, sehingga dengan tercapainya Takwa,maka adalah ikhtiar menghadirkan peradaban kehidupan yang lebih baik.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan, semoga Ibadah ini melahirkan keluruhan budi pekerti (Akhlaq Al Karimah) dalam kepribadian kita. (*)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

UPA Perpustakaan Untirta Gelar Bedah Buku ‘Baduy Masyarakat 1001 Tabu’ Karya Uday Suhada

16 April 2026 - 08:21 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Menata Ulang Cara Pandang Komunikasi dalam Penanganan Bencana dan Kebijakan Bantuan di Sumatera

27 Maret 2026 - 08:46 WIB

Bias Algoritma dan Polarisasi Digital

24 Maret 2026 - 11:34 WIB

Trending di Opini