Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Kesehatan · 31 Jul 2021 11:24 WIB ·

Peran Tokoh Agama dalam Penanganan Pandemi Covid-19


 Peran Tokoh Agama dalam Penanganan Pandemi Covid-19 Perbesar

Oleh : Zakaria

Saat menangani dampak corona, para tokoh agama dari NU dan Muhammadiyah ikut membantu pemerintah. Selain itu, para ulama juga meminta masyarakat untuk ikut menanggulangi pandemi Covid-19 demi percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Apa kabar pandemi setelah lebih dari setahun dijalani? Rakyat yang paling terkena dampaknya, karena mereka kesusahan secara finansial. Pemerintah berusaha membantu dengan memberi bansos dan beberapa program lain. Namun tentu pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, karena akan sangat kepayahan, sebab korban dampak corona sudah mencapai jutaan jiwa.

Ulama baik dari NU maupun Muhammadiyah menghimbau masyarakat untuk ikut bekerja sama dalam menangani dampak corona. Penyebabnya karena hanya dengan bahu-membahu, kita akan kuat dalam melawan virus covid-19 dan efek negatif yang ditimbulkannya. Jika semua pihak bekerja sama maka pandemi akan berjalan dengan baik, dan bisa berakhir secepatnya.

Agus Samsuddin, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center menyatakan bahwa PP Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk bersolidaritas untuk membantu warga yang terdampak pandemi corona, baik di bidang ekonomi maupun kesehatan. Masyarakat, imuwan, cendikiawan, pebisnis, harus berpikir kembali untuk meningkatkan solidaritas sosial bagi mereka yang kena corona.

Solidaritas sosial sangat penting, apalagi saat pandemi banyak yang kesusahan secara finansia. Sehingga kita wajib meningkatkan rasa empati agar tidak ada yang mati kelaparan saat pandemi berlangsung. Jika ada teman atau tetangga yang isolasi mandiri maka bisa membantu dengan memberi nasi kotak, madu, vitamin, atau kebutuhan lain yang meringankan beban mereka.

Selain itu, cara untuk berdonasi juga bisa dengan membagikan nasi bungkus ke pedagang kaki lima atau tukang becak, misalnya tiap hari jum’at. Cara lainnya adalah dengan membeli dagangan PKL, karena saat PPKM level 4 jam buka mereka dibatasi. Atau ketika uangnya hanya sedikit, minimal memotret atau merekam lapak mereka lalu ikut dipromosikan di media sosial.

BACA JUGA   Perpindahan IKN Membangun Kualitas Sosial Budaya Indonesia

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj juga menghimbau warga nahdliyin untuk meningkatkan perhatian terhadap masyarakat kecil, khususnya di masa pandemi. Kita harus meningkatkan solidarits dan sesama nahdliyin harus bergandengan tangan. Dalam artian, justru di masa pandemi wajib bekerja sama dan tidak berlaku egois terhadap orang lain.

Imbauan dari ketua PBNU sangat baik untuk dilaksanakan, tak hanya bagi nahdliyin tetapi juga bagi seluruh WNI. Pasalnya, saat pandemi banyak yang keok dan terengah-engah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena gajinya dipotong oleh perusahaan. Sehingga jika banyak yang beramal dan memberi perhatian, mereka bisa terselamatkan dari jurang kemiskinan.

Jangan sampai saat pandemi yang kaya tambah kaya tetapi yang miskin makin miskin. Misalnya ketika ada yang berbisnis obat lalu menimbun dan menjual dengan harga tinggi. Ini sama saja dengan menari di atas penderitaan orang lain, dan ulama pasti tidak akan merestuinya. Seharusnya semua orang menuruti ajakan tokoh agama untuk berbagi, bukannya berbuat curang.

Perhatian terhadap masyarakat kecil bisa dilakukan dengan cara membuat program donasi dan dilakukan oleh banyak orang. Dengan menggalang dana maka akan lebih banyak yang terkumpul dan nantinya disalurkan kepada fakir miskin dan yang berhak. Misalnya kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri dan butuh bantuan makanan siap saji. Bersedekah berjamaah seperti ini akan berpahala.

Penanganan pandemi corona tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Oleh karena itu, para ulama baik dari NU maupun Muhammadiyah menghimbau masyarakat untuk bahu-membahu dalam menangani dampak corona. Misalnya dengan membantu tetangga yang sedang isolasi mandiri, memberi bantuan kepada PKL, maupun menggalang dana bagi fakir miskin.

)* Penulis adalah Netizen, Pengamat Kesehatan Masyarakat

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinkes Kota Serang Intensifkan Intervensi, Tekan Angka Stunting Bertahap

16 April 2026 - 10:19 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan Posbankum

9 April 2026 - 08:16 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Menata Ulang Cara Pandang Komunikasi dalam Penanganan Bencana dan Kebijakan Bantuan di Sumatera

27 Maret 2026 - 08:46 WIB

Trending di Opini