Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Opini · 31 Jan 2023 19:51 WIB ·

Mencegah Berita Hoaks Jelang Pemilu 2024


 Mencegah Berita Hoaks Jelang Pemilu 2024 Perbesar

Oleh : Samuel Christian Galal

Menjelang Pemilu 2024 masyarakat perlu waspada akan kehadiran hoaks dan propaganda yang umumnya beredar di media sosial. Hoaks sangat berbahaya karena bisa menyesatkan pikiran masyarakat dan memicu kerusuhan. Oleh karena itu penyebaran hoaks harus dicegah agar Pemilu berlangsung dengan damai.

Hoaks adalah ancaman di dunia maya, karena gara-gara berita/gambar palsu itu, banyak yang terpengaruh dan akhirnya tersulut emosi. Begitu juga dengan konten provokatif. Semua diproduksi oleh para oknum, dengan tujuan melawan program pemerintah. Maraknya hoaks dan konten provokatif wajib membuat kita makin waspada dalam menyaring berita di internet.

BACA JUGA   Pemerintah Genjot Investasi Kelautan

Salah satu program pemerintah yang terancam hoaks adalah Pemilu 2024. Pada pemilihan umum tahun depan, masyarakat wajib untuk mewaspadai penyebaran hoaks karena bisa berpotensi mengobarkan permusuhan. Provokator sengaja membuat hoaks dan propaganda agar rakyat Indonesia terpecah-belah, sesuai dengan keinginan mereka.

Untuk mencegah hoaks jelang Pemilu 2024 maka Polri bersama KPU, Bawaslu, KPI, PWI dan Dewan Pers menggelar rapat koordinasi terkait dengan dinamika jelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang digelar pada tahun 2024 mendatang. Dalam rapat ini, Polri diwakili oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

BACA JUGA   Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten 2017-2019 Tutup Usia

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa dalam pengamanan Pemilu 2024, Polri telah menyiapkan operasi dengan sandi Mantap Brata. Berdasarkan riset dari Kominfo, jelang memasuki tahun politik, penyebaran berita bohong atau hoaks semakin banyak di media sosial.

Irjen Dedi Prasetyo meneruskan, semoga pertemuan antar stakeholders ini rutin dilakukan guna membahas persiapan pengamanan Pemilu 2024 agar berjalan aman dan lancar. Diharapkan pertemuan ini tidak berhenti di sini dan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat.

BACA JUGA   Mempercepat Pemulihan Ekonomi Indonesia

Dalam artian, Kepolisian RI menyadari bahaya hoaks yang bisa menghancurkan kepercayaan masyarakat dan skeptis pada Pemilu. Jika hoaks tidak dicegah maka akan sangat berbahaya karena bisa memicu golput (golongan putih) dan Pemilu terancam gagal. Oleh karena itu hoaks harus diberantas dan Polri meminta agar masyarakat menyadari bahaya hoaks dan bisa membedakan antara berita asli dan palsu.

Masyarakat wajib menyadari bahwa salah satu cara melawan hoaks adalah dengan melaporkan akun media sosial yang menyebar berita/gambar palsu tentang Pemilu 2024. Klik saja tanda ‘report this account’ dan pihak Facebook dan Instagram akan membaca laporan tersebut. Jika terbukti hoaks, maka akunnya akan dibekukan.

BACA JUGA   KPU Kota Serang Tetapkan Tiga Paslon untuk Pilkada 2024

Kemudian, cara menangkal hoaks yang selanjutnya adalah dengan melaporkannya ke polisi siber. Saat ini Polri sudah memiliki satuan polisi siber yang pekerjaannya mengawasi tindak-tanduk netizen nakal yang suka menyebar hoaks dan teror di internet. Jika ada akun oknum yang suka menyebar hoaks, maka polisi siber akan senang sekali ketika ada netizen yang melaporkannya.

Polri juga bekerja sama dengan Bawaslu dan seluruh elemen masyarakat agar membendung hoaks Pemilu. Semoga dengan kolaborasi ini hoaks dan propaganda bisa dicegah, agar masyarakat bisa mengikuti Pemilu dengan lancar. Para provokator juga bisa dicokok karena terbukti menyebarkan berita hoaks Pemilu 2024.

Sementara itu, Penjabat Walikota Yogyakarta Sumadi berharap dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 tidak diwarnai politik agama, SARA serta politik uang. Pemerintah berupaya menciptakan kondisi aman dan nyaman saat penyelenggaraan Pemilu 2023-2024. Pesta demokrasi akan terhindar dari politik uang, informasi hoaks, dan partisipasi pemilih sesuai dengan kemauan.

BACA JUGA   Pemilih Muda Menentukan Kualitas Pemimpin Pada Pemilu 2024

Dalam artian, Pemilu amat rawan hoaks, apalagi di media sosial. Masyarakat Indonesia merupakan pengguna terbesar media sosial dan mereka rawan sekali terkena hoaks. Propaganda dan hoaks tidak hanya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Namun juga ada di seluruh Indonesia.

Jangan sampai Pemilu jadi kacau-balau gara-gara hoaks, terutama di media sosial. Pemilu adalah gelaran akbar dan jangan sampai gagal karena ulah provokator yang menyebarkan propaganda dan hoaks. Masyarakat diharap bekerja sama agar Pemilu lancar dan penjagaannya bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga seluruh warga negara Indonesia.

Masyarakat dihimbau untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Jangan percaya 100% berita yang di-share di timeline Facebook, karena bisa jadi itu hoaks. Periksa kebenaran berita atau foto, sebelum disebarkan. Mengeceknya mudah karena ada situs khususnya, jadi wajib untuk cek dan ricek sebelum terlanjur di-share.

BACA JUGA   Pandemi Covid-19 dan Metode Pembelajaran Online

Hoaks yang dibaca masyarakat tersebar dengan bebas di media sosial dan koran online abal-abal. Berita palsu ini menyusahkan karena bisa memperlambat persiapan Pemilu 2024. Periksa kebenaran suatu berita di internet dan jangan mempercayainya mentah-mentah.

Masyarakat dihimbau untuk waspada akan hoaks dan propaganda di dunia maya karena bisa mengacaukan Pemilu 2024. Jangan sembarangan membuka suatu berita dan periksa validitas media online tersebut. Untuk mencegah hoaks maka wajib untuk teliti dan cerdas dalam membuka media sosial, serta jangan share sembarangan. Dengan ketenangan dan kepintaran masyarakat maka hoaks akan dicegah untuk tersebar luas.*

*) Penulis adalah kontributor Lembaga Gala Indomedia

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Serang Jenguk Warga Sakit di Puri Citra Pipitan

29 April 2026 - 11:09 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Menata Ulang Cara Pandang Komunikasi dalam Penanganan Bencana dan Kebijakan Bantuan di Sumatera

27 Maret 2026 - 08:46 WIB

Bias Algoritma dan Polarisasi Digital

24 Maret 2026 - 11:34 WIB

Trending di Opini