Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Kesehatan · 1 Jan 2023 20:12 WIB ·

Keberhasilan Pemerintah Atasi Pandemi Covid-19


 Ilustrasi. Perbesar

Ilustrasi.

Oleh : Gema Iva Kirana

Pemerintah telah resmi mencabut program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Jumat (30/12). Keputusan tersebut menjadi pertanda bahwa pemerintah telah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19.

BACA JUGA   Airin Rachmi Diany Dorong Konsep Perempuan Adaptif saat Beri Kuliah Pakar di Untirta

Pencabutan PPKM oleh Pemerintah mendapat sambutan luas dari masyarakat. Keberhasilan ini tentu saja patut diapresiasi, karena diyakini akan menggenjot aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional.

Kendati demikian, Pemerintah terus mengajak masyarakat untuk selalu menaati Prokes dan mengikuti vaksinasi Covid-19 booster mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

BACA JUGA   Jepang Tanamkan Investasi di Indonesia hingga Rp 85 Triliun

Keputusan untuk mencabut PPKM telah didasari oleh berbagai kajian, termasuk kesuksesan Indonesia mengendalikan pandemi Covid-19. Keberhasilan Indonesia dalam mengatasi pandemi rupanya telah terdengar di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

BACA JUGA   Peran Penting Elite Politik Cegah Polarisasi dalam Pemilu 2024

Abdulla Shahid selaku Presiden Majelis Umum PBB memberikan apresiasi atas upaya penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Abdulla dalam acara pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 Tahun 2022, di Bali pada Mei 2022 silam.

BACA JUGA   Pendekatan Komprehensif Pemerintah dalam Menghadapi KST Papua

Abdullah juga menyampaikan penghargaan untuk Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah GDPRR, di mana saat itu Indonesia tengah berada dalam upaya pemulihan berbagai sektor kehidupan pascapandemi Covid-19.

Sementara itu, Amina Jane Mohammed selaku Deputi Sekretaris Jenderal PBB juga memberikan acungan jempol atas sejumlah langkah dan kebijakan Pemerintah Indonesia, serta pencapaian vaksinasi Covid-19.

BACA JUGA   KPU Gandeng Awak Media Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pemilu 2024

Dirinya menilai, upaya vaksinasi terhadap masyarakat dengan populasi sebanyak 270 juta orang bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi Indonesia adalah negara dengan penduduk yang tersebar di 17 ribu pulau.

Tentunya berkat koordinasi serta kerja keras dari berbagai elemen pemerintah dan masyarakat. Pemerintah berhasil melakukan vaksinasi hingga ke pelosok Nusantara.

BACA JUGA   UU Cipta Kerja Beri Kemudahan Berusaha dan UMKM

Pada kesempatan berbeda, Anggota Komisi IX DPR RI Luqman Hakim menilai bahwa pelonggaran aturan masker di luar ruangan merupakan tanda keberhasilan pemerintah atasi Pandemi Covid-19.

Luqman mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan gambaran pemerintah yang secara sistematis dan terukur dalam mengendalikan Covid-19.

BACA JUGA   Waspadai Kebocoran Kimia Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Dengan kata lain kebijakan tersebut mencerminkan pemerintah yang tetap konsisten, sistematis dan terukur dalam melakukan pengendalian Covid-19.

Di sisi lain varian baru Covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan, apalagi 440 juta dosis vaksin telah disuntikkan kepada lebih dari 204 juta total populasi di Indonesia. Sehingga imunitas dari masyarakat juga baik.

BACA JUGA   Berikut 10 Ucapan yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna Untuk Hari Ibu 22 Desember 2022

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah telah berhasil menangani pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun lebih.

Jokowi juga menuturkan, perekonomian Indonesia di sepanjang 2020-2021 juga dinilai terus bergerak. Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena pemerintah tidak pernah menerapkan kebijakan lockdown dalam mengatasi pandemi Covid-19 sehingga mempermudah akselerasi perekonomian pada 2022.

BACA JUGA   Lelahnya Jadi Budak FOMO

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga secara resmi meluncurkan Dana Pandemi (Pandemic Fund) yang berhasil dibentuk oleh menteri keuangan dan menteri kesehatan G20 di bawah presidensi/kepemimpinan Indonesia tahun ini di Nusa Dua, Bali.

Jokowi menyampaikan, bahwa dana pandemi menjadi upaya dunia dalam memperkuat arsitektur kesehatan global terutama melalui mekanisme pembiayaan yang kuat dan dapat diandalkan. Sehingga dunia dapat lebih baik dalam upaya mencegah serta menanggulangi pandemi Covid-19 di masa mendatang.

BACA JUGA   Di Depan Ratusan Kepala Sekolah di Provinsi Banten, Walikota Cilegon Sampaikan Komitmen Terhadap Pendidikan

Sejauh ini, Dana Pandemi telah mengumpulkan kurang lebih Rp 1,4 milar dolar AS atau sekitar Rp 21,7 triliun dari 15 negara dan tiga lembaga filantropi. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah mengingat Prancis, Arab Saudi dan Australia juga berkomitmen untuk ikut berkontribusi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kontribusi tenaga kesehatan dari berbagai profesi amatlah signifikan dalam mengendalikan pandemi Covid-19 agar benar-benar terkendali.

BACA JUGA   Mahasiswa Untirta Selenggarakan Seminar Hidroponik Dorong Urban Farming di SMAN 6 Kota Serang

Dirinya sempat mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah meminta kepada dirinya untuk mempersiapkan skenario dalam upaya mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Seluruh fase pandemi di dunia, pada akhirnya akan selalu menjadi endemi, hanya saja hal tersebut membutuhkan persiapan. Merujuk sejarah pandemi di dunia, Budi mengatakan bahwa hal tersebut membutuhkan banyak faktor pertimbangan untuk mengubah pandemi menjadi endemi.

BACA JUGA   Donasi Oksigen Konsentrator Dari Trip.Com Ke Kementerian Kesehatan

Tidak hanya faktor kesehatan saja, ada pula faktor politik, sosial, budaya yang menjadi pertimbangan baik seorang pimpinan negara maupun dunia yang mengubah hal tersebut dari Pandemi menjadi endemi.

Sesuai masukan dari epidemiolog, laju penularan atau reproduction rate (Rt) harus ditekan di bawah 1 dalam rentang tiga hingga enam bulan, serta cakupan vaksinasi dua dosis minimal mencapai 70 persen dari populasi.

BACA JUGA   Mengapresiasi Kemeriahan Presidensi G20 di Bali

Di sisi lain, Juru Bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, kebijakan berbasis data akan membuahkan hasil. Salah satunya upaya menjaga tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit Covid-19 seminimal mungkin.

Saat ini sudah banyak pula Kantor yang menerapkan Work From Office (WFO), meski adapula yang masih menerapkan WFH (Work From Home) karena alasan efisiensi.

BACA JUGA   Dukungan Korea Selatan dalam Percepatan Pembangunan IKN

Tidak mudah untuk menangani wabah bencana non alam bernama Pandemi Covid-19, pemerintah harus mampu menerapkan kebijakan secara terukur agar penanganan pandemi tidak serta memperlambat perekonomian nasional. (*)

*) Penulis adalah kontributorPersada Institute

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinkes Kota Serang Intensifkan Intervensi, Tekan Angka Stunting Bertahap

16 April 2026 - 10:19 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan Posbankum

9 April 2026 - 08:16 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Menata Ulang Cara Pandang Komunikasi dalam Penanganan Bencana dan Kebijakan Bantuan di Sumatera

27 Maret 2026 - 08:46 WIB

Trending di Opini