Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Opini · 20 Agu 2020 03:59 WIB ·

Jurnalisme Daster Melorot


 Jurnalisme Daster Melorot Perbesar

Daster Melorot

Media cetak, media online, berita di televisi termasuk infotainment adalah entitas pers dan informasi yang dihasilkan adalah sebuah produk jurnalistik. Jadi teman-teman yang bekerja pada bidang tersebut memilki tanggung jawab sebagai kontrol sosial dan memiliki tanggung jawab untuk ikut mencerdaskan masyarakat. 

Di tengah arus besar informasi sosial media yang sangat masif dan tak terbendung sekarang, jurnalisme harus menjadi benteng, oase, dan  “the last resort” bagi masyarakat untuk tetap mendapatkan informasi yang sehat. Apakah informasi yang sehat itu? Informasi yang kredibel, informatif, edukatif, entertaining tapi tetap sarat makna dan pesan moral, dan inspiring. Jurnalistik adalah benteng terakhir melawan arus informasi sosial media yang bebas dan tanpa batas.

Mengutip guru saya Bapak Dahlan Iskan, media cetak dan media konvensional lain boleh mati. Tetapi jurnalisme harus tetap hidup dan menjadi ruh sampai kapanpun dan dalam platform komunikasi apapun. Termasuk ketika  sosial media menjadi arus utama dan rujukan pertama masyarakat dalam mencari informasi, jurnaslisme harus tetap dihidupkan dalam platform komunikasi digital.

Sayangnya, teman-teman saya di industri pers tidak tahan godaan. Tidak tahan untuk lebih lama mempertahankan ruh jurnalistik, malah semakin hari semakin terbawa arus sosial media. Yang viral di sosial media kemudian menjadi konten dalam produk pers terlepas dari apakah konten yang viral tadi memenuhi unsur aktualitas, informatif, edukatif, kontrol sosial, dan mungkn menghibur namun tetap tidak melepaskan aspek-aspek sebelumnya. 

Banyak sekali contoh atas hal ini. Namun saya akan memberikan satu contoh berita yang lagi viral di sosial media bertepatan dengan perayaan 75 tahun Indonesia merdeka. Berita apa itu? Berita tentang melorotnya daster seorang wanita yang cukup populer namanya Vanessa Angel saat memasang lampu di rumahnya. Informasi ini kali pertama muncul di akun Instagram pribadi Vanessa Angel dan kemudian viral di berbagai platform sosial media.

BACA JUGA   Kiai Embay dan Inklusivisme Mathla'ul Anwar

Tidak ada yang salah dengan postingan Vanessa Angel di IG dia tersebut. Sah-sah saja dan tidak merugikan siapapun. Mungkin cukup menghibur buat bapak-bapak. Tetapi eloknya konten tersebut cukup ada di sosial media tidak perlu menjadi berita di media pers. 

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Menata Ulang Cara Pandang Komunikasi dalam Penanganan Bencana dan Kebijakan Bantuan di Sumatera

27 Maret 2026 - 08:46 WIB

Bias Algoritma dan Polarisasi Digital

24 Maret 2026 - 11:34 WIB

Kepemilikan Media dan Dukungan Politik

15 Maret 2026 - 19:26 WIB

Trending di Opini