Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Ekonomi · 7 Jan 2022 00:32 WIB ·

Holding BUMN Pangan Wujud Upaya Ketahanan Pangan Nasional


 Holding BUMN Pangan Wujud Upaya Ketahanan Pangan Nasional Perbesar

Oleh : Zakaria

Pemerintah melakukan holding BUMN pangan dan memerger beberapa perusahaan agar lebih efisien dan memaksimalkan hasil produksi. Tujuan utama dari holding ini adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional dan memperbanyak produksi dari hasil pertanian dan perikanan di negeri sendiri.

Ketahanan pangan adalah hal yang sangat penting, apalagi di masa pandemi, karena jika memiliki ketahanan pangan maka kita tidak akan kelaparan dan jatuh miskin. Di era orde baru kita sudah berhasil swasembada beras dan prestasi ini harus ditingkatkan lagi di era reformasi dan selanjutnya. Jangan sampai ada rakyat yang mati karena menahan lapar, karena Indonesia tidak memiliki kedaulatan di bidang pangan.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional maka salah satu upaya pemerintah adalah dengan holding BUMN alias menggabungkan perusahaan di BUMN klaster pangan. Dengan rincian, PT Bhanda Ghara Reksa melebur ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Perikanan Nusantara bergabung ke PT Perikanan Indonesia, dan PT Pertani ikut ke PT Sang Hyang Seri.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury menyatakan bahwa setelah penggabungan ini, targetnya memperbesar peran mereka dalam sektor mereka, misal beras dalam pangsa pasar PT Sang Hyang Seri hanya 1%. Kita harap dapat ditingkatkan 7%-8% dalam 5 tahun mendatang. Ini adalah pasar yang sangat besar.

Pahala Mansury menambahkan, PT Sang Hyang Seri juga memproduksi dan mendistribusikan benih ke seluruh Indonesia. Diharap dalam 5 tahun mendatang, distribusi dan produksi meningkat antara 30%-40%. Sehingga semua pihak harus bekerja keras untuk mewujudkannya.

Mengapa harus ada holding BUMN? Penyebabnya karena jika 2 perusahaan digabung maka akan ada efisiensi di bidang distribusi sehingga pelaksanaan distribusi logistik akan lebih optimal. Selain itu, akan terjalin kerja sama yang baik, sehingga bisa meningkatkan keuntungan. Sehingga yang paling diuntungkan adalah rakyat karena distribusi bahan pangan lebih luas dan mereka tak kesusahan mencarinya.

BACA JUGA   Buka Sidang IPU ke -144, Jokowi Ajak Aksi Nyata Cegah Perubahan Iklim

Selain itu, dengan bergabungnya 2 perusahaan BUMN di bidang pangan akan meningkatkan hasil produksi bahan pangan, seperti beras. Ketika produksi beras sudah makin banyak maka tercapai swasembada bahan pangan, dan stok akan aman hingga beberapa waktu ke depan. Saat persediaan beras aman maka tidak akan ada kenaikan harga, dan lagi-lagi yang diuntungkan adalah rakyat jelata.

Sementara itu, holding di BUMN bidang pangan di sektor perikanan diharap akan meningkatkan distribusi sebanyak 5%. Distribusi ikan dan hasil laut lain dilakukan tak hanya ke seluruh Indonesia tetapi juga ke luar negeri. Dengan begitu, maka akan meningkatkan pendapatan negara dan memberikan keuntungan yang besar, karena perdagangan dalam mata uang dollar.

Pemerintah memang sedang getol meningkatkan ketahanan pangan nasional karena pangan adalah kebutuhan dasar seluruh manusia. Jika tidak ada pangan yang mencukupi maka akan sangat berbahaya karena bisa terjadi kelangkaan sehingga menaikkan harganya. Selain itu, jika ada kelangkaan maka akan berebut dan menyebabkan tawuran massal.

Oleh karena itu, untuk mencegah hal-hal buruk itu terjadi, maka ketahanan pangan menjadi prioritas pemerintah. Apalagi di masa pandemi ketika daya beli masyarakat menurun maka ketahanan pangan harus naik, agar tidak ada ketimpangan dan kenaikan harga yang bisa membuat rakyat menderita.

Pemerintah membuat holding BUMN pangan dan melakukan merger agar distribusi bahan pangan seperti beras bisa lebih efektif. Ketika ada penggabungan maka diharap bisa memaksimalkan hasilnya sehingga yang paling diuntungkan adalah masyarakat. Ketahanan pangan amat diharapkan oleh masyarakat sehingga terjadi swasembada dan stok akan aman.

)* Penulis adalah Kontributor Pertiwi Institute

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Penerimaan Pajak Kanwil DJP Banten Tumbuh 12,65 Persen hingga Februari 2026

1 April 2026 - 16:19 WIB

Trending di Ekonomi