Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Kampus · 15 Sep 2024 08:59 WIB ·

Healthy Friends


 Healthy Friends Perbesar

Oleh : Adelia Naura

Aku ini suka sekali membayangkan akan menjadi orang yang sukses. Tapi tak cukup hanya dengan membayangkan, betul kan?

Aku punya teman-teman yang sangat hebat. Temanku yang pertama kebetulan agak kurang beruntung. Dia tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke bangku perkuliahan karena mengalami beberapa kendala.

Tapi  yang membuatku salut, dia tak hanya berdiam diri saja di rumah. Dia membuat usaha dengan berjualan donat, cilor, piscok, pokoknya segala makanan dia jual.

Suatu waktu dia pernah berkata ke kami teman-temannya, “Aku malu berteman sama kalian. Bukan apa-apa. Kalian kan orang berada semua. Sedangkan aku? Nggak bisa seperti kalian, kuliah. Aku cuman bisa berdagang”.

Mendengarnya berbicara seperti itu, sontak saja kami marah serta kesal (namun bukan berarti tidak mau berteman lagi dengannya). Aku lalu berkata kepadanya.

“Kita ini sama-sama anak orang tua. Kita juga belum punya penghasilan. Sedangkan kamu? Amazing! Kamu keren sudah bisa punya penghasilan sendiri. Jadi buat apa malu sama kita? Lagian kita juga sudah lama berteman” kataku sambil menepuk bahunya lembut.

Dan semenjak percakapan itu, temanku yang semula insecure, tak lagi merasa rendah diri dan bisa terbuka lagi kepada kami.

Temanku yang kedua, dia suka sekali jajan, jalan-jalan, belanja, nonton konser (terutama konser Tulus). Pokoknya semua kegiatan yang berkaitan dengan menghamburkan uang.

Suatu ketika, saat aku dan dia sedang sedang telfonan, teman ke duaku itu punya ide. Karena dia sudah kehabisan uang, dia mulai tergerak hatinya untuk memiliki penghasilan sendiri. Dia berkata kepadaku, “Kayaknya aku ingin buka usaha deh”, ujarnya.

Aku pun menjawabnya antusias, “Wah, aku pasti mendukungmu”, sambil menatapnya setengah tak percaya.

BACA JUGA   Kegiatan Pajak Berisyarat Diikuti 25 Teman Tuli di Wilayah Kota dan Kabupaten Serang

Selang beberapa bulan kemudian dia akhirnya mengabariku bahwa dia sudah mempunyai merek hijab sendiri. Tentu saja aku sangat senang mendengarnya.

Aku dan teman-teman yang lainnya kemudian bantu mempromosikan hijabnya. Kebetulan da pernah bekerja di toko baju tantenya, jadi dia sudah punya pengalaman dalam mengelolah usaha.

Alhamdulillah hingga kini usahannya berjalan lancar walaupun dia pernah sempat mengalami keputusasaan. Dia sempat melontarkan keluhan dan kegalauannya kepadaku.

“Kenapa ya usahaku sepi? Apa aku gagal ya? Bagaimana kalau nggak ada yang beli lagi?” begitu curhatnya kepadaku dan teman-teman yang lain.

Sebagai bestie yang baik, kami tentu tak hanya mendengarkannya berkeluh kesah. Meski tak seprofesional bussines advisor, kami kemudian memberinya nasihat terbaik yang dapat kita berikan. Kami katakan kepadanya.

“Musuh terbesar sukses itu bukan kegagalan, tapi musuh terbesar kesuksesan itu ketakutan. Jadi jangan takut gagal. Kita tak kan pernah tahu masa depan, hanya Sang Pencipta yang maha tahu”.

Demikianlah, berkat dukungan moril dari kami, usahnya alhamdulillah kian berjalan lancar. Dan sekarang temanku itu bertambah satu lagi lini usahanya, yaitu bisnis preloved.

Melihat teman-temanku sukses berbisnis, membuatku tergerak ingin membuka usaha juga. Bahkan dua temanku yang tengah sibuk kuliah farmasi dan teknik, padahal jadwalnya amat padat, berkeinginan kuat untuk membuka usaha juga.

Aku senang sekali dikelilingi teman-teman yang keren dan hebat. Hari-hari kami selalu diisi oleh kegiatan berbagi pengalaman, wawasan, ataupun resep yang bisa kita aplikasikan. Aku bahagia dikarunai healthy friends yang saling menguatkan.

“Tidak perlu malu untuk memulai suatu.

Ingat, masa depanmu tergantung apa yang kamu lakukan di masa mudamu”. (*)

Penulis adalah Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Untirta Angkatan 2024 

 

BACA JUGA   Timnas Swiss Kadalin Kamerun dengan Skor 1-0, Pada Pertandingan Piala Dunia 2022 Qatar Grup G

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BCA Berbagi Ilmu di Untirta Angkat Filosofi “The Art of Falling” untuk Bekal Karier Mahasiswa

19 Mei 2026 - 16:12 WIB

Untirta Gelar Pekan Literasi “PELITA”, Perkuat Budaya Membaca di Era Digital

5 Mei 2026 - 07:06 WIB

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

HIMADIKSIO Untirta Laksanakan Studi Banding ke Universitas Negeri Jakarta

27 April 2026 - 21:38 WIB

UPA Perpustakaan Untirta Gelar Bedah Buku ‘Baduy Masyarakat 1001 Tabu’ Karya Uday Suhada

16 April 2026 - 08:21 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

Trending di Opini