Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Opini · 18 Sep 2020 09:37 WIB ·

Adakah Kaitan Moral dan Politik?


 Adakah Kaitan Moral dan Politik? Perbesar

Renungan 7 Tahun Nicolo Machiavelli

Oleh: Agus Hiplunudin 

Adakah kaitan moral dengan politik, merupakan sebuah tanya yang mungkin menggelitik hati siapa saja, khususnya bagi mereka yang terjun secara langsung dalam politik. 

Pertanyaan ini muncul dalam pikiran Saya; setelah sekian lama saya amati praktik politik khususnya yang terjadi di sekitar Saya. 

Realitas politik sungguh berbeda dengan apa yang telah dikemukakan para teoritikus-teoritikus politik yang memaparkan politik secara ideal, mereka berbicara politik “sebatas apa yang seharusnya” bukan bicara “apa yang terjadi”. 

Dari hal tersebutlah mengingatkan saya pada Nicolo Machiavelli penulis buku Il Principe (Sang Pangeran). Dalam politik yang mana hoax, ujaran kebencian, fitnah, merupakan sesuatu yang kerap sekali ditemui bahkan pembunuhan dan intrik yang mahakejam terjadi dalam dunia politik.

Pada tulisan ini Saya hendak memaparkan kerakter politikus sejati. Bukan menurut Saya namun menurut Nicolo Machiavelli. Konon kabarnya, Il Principe merupakan sebuah risalah untuk para penguasa yang direnungkan Machiavelli selama tujuh tahun. 

Sebuah renungan yang cukup panjang tentunya sangat mendalam. Menurut Miachiavelli hal pertama yang harus dipahami seorang politikus yakni mengenai karakter dasar manusia, yang pada dasarnya memiliki watak buruk seperti serakah, tamak, tidak mau mengambil resiko, takut sengsara dan mendambakan kesenangan-kesenangan. 

Karena manusia takut sengsara maka seorang politikus harus berani menawarkan kebahagiaan kendati dengan cara menipu dan berbohong—ini semata dilakukan agar mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Tidak sampai di situ seorang politikus harus memiliki watak Rubah dan Singa agar dapat mengalahkan semua musuh-musuh dalam politik. Rubah memiliki kelebihan mampu mendeteksi bahaya yang mengancam dan Singa memiliki kelebihan dalam bertarung dan ditakuti semua lawan. 

Jika, politkus hanya memiliki watak Singa tanpa Rubah, memang ia akan ditakuti lawan-lawan namun ia tak akan mampu mendeteksi bahaya maka politikus semacam ini akan mudah tumbang. 

BACA JUGA   Kebijakan Hilirisasi SDA Presiden Jokowi

Sedangkan, politikus dengan bakat Rubah tanpa watak Singa ia akan menjadi politikus yang sangat berhati-hati dan dapat mengenali semua musuh-musuhnya namun ia tak akan berbuat apa-apa, politisi semacam ini akan tumbang diterkam lawan-lawannya.

Maka, seorang politisi harus mewarisi watak Singa dan Rubah tersebut.Mengenai kaitan moral dan politik silakan untuk disimpulkan sendiri.

Rangkasbitung, 18 September 2020

)*Penulis adalah Dosen Sistem Politik Indonesia di STIA Banten.

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Kota Serang Ajak Elemen Masyarakat Gotong Royong Bantu Korban Banjir

4 Januari 2026 - 17:15 WIB

Pemilu oleh DPR: Kudeta Sunyi atas Kedaulatan Rakyat

2 Januari 2026 - 15:47 WIB

Menata Hati, Menjaga Negeri, Tafsir Futūḥ al-Rabbānī dalam Etika Publik

26 Desember 2025 - 18:55 WIB

Empat Pilar Kebangsaan Harus Diterjemahkan dalam Tindakan Konkret di Masyarakat

23 Desember 2025 - 14:39 WIB

Didominasi Usia Produktif, DPC PDI Perjuangan Kota Serang Tegaskan Komitmen Ramah Anak Muda

19 Desember 2025 - 12:35 WIB

Mochamad Nasir Gantikan Bambang Janoko Pimpin PDI Perjuangan Kota Serang 

13 Desember 2025 - 10:06 WIB

Trending di Banten Politika