Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Daerah · 13 Des 2020 09:15 WIB ·

Reses Juragan Kambing, Berikan Solusi Atasi Sampah Dengan Cepat


 Reses Juragan Kambing, Berikan Solusi Atasi Sampah Dengan Cepat Perbesar

TIRTAYASA.ID, SERANG – Pemilihan sampah menjadi solusi cepat mengatasi persoalan sampah di Kota Serang. Demikian diungkapkan Anggota DPRD Kota Serang Nur Agis Aulia dihadapan masyarakat Kecamatan Serang saat menggelar reses di Perumnas Ciracas, akhir pekan ini.

Pria yang dikenal sebagai Juragan Kambing itu mengatakan ketika masyarakat memilah sampah, maka detik itu juga sudah tidak ada sampah. “Dalam konsep memilah sampah, ketika sampah itu dipilah sesungguhnya sudah tidak jadi sampah lagi, tapi sudah menjadi bahan baku,” ujarnya melalui rilis yang diterima, Minggu (13/12).

Menurutnya, sampah anorganik yang bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang untuk mendapatkan tambahan uang dengan ditabung di bank sampah. Sedangkan, sampah organik bisa dibuat kompos dengan metode biopori. “Kompos mandiri dirumah dengan mengunakan ember, untuk jadi kompos, maupun pupuk organik, bahkan bisa jadi untuk buat pestisida organik,” katanya. 

Agis mengungkapkan, memilah sampah bisa meningkatkan pendapatan bagi emak emak, dengan memilah dan menabung sampah, maka akan dapat hasil tabungan yang bisa digunakan bayar token listrik, bayar PPB, bayar BPJS Kesehatan, beli sembako, qurban, aqiqah bahkan untuk umroh. 

Selanjutnya, Agis mengatakan, persoalan sampah di kota Serang tak kunjung beres, karena memang, selama ini Pemkot belum ada strategi jitu. “Saya menyarankan Pemkot segera merevitalisasi dan membentuk bank sampah-bank sampah diseluruh tingkatan RW,” katanya. 

Menurut Agis, salah satu kendala persoalan sampah karena memang adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan sampah, termasuk kesadaran memilah sampah juga belum terbangun. “Perlu terobosan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, bank sampah ini bisa jadi solusi, orang yang males memilah bisa memilah karena ada manfaat dari memilah,” katanya. 

“Selain itu diberikan keterampilan untuk mengolah sampah ditingkat masyarakat misal cara memgompos di rumah, biopori di rumah,” tambah Agis. 

BACA JUGA   Investasi di Indonesia Semakin Membaik

Sementa itu, CEO Bank Sampah Digital Iyad mengatakan, bank sampah yang kita bangun dan dampingi bukan sekedar bank sampah biasa, ada program lainnya. “Selain memilah sampah dan menabung sampah, ada program lumbung pangan untuk mengolah sampah organik menjadi media tanam dan berkebun di rumah,” katanya. 

Selanjutnya, masih dalam program Bank Sampah yakni program sedekah sampah bagi yang ingin sampahnya disedekahkan untuk dijadikan beasiswa anak pemulung, dan anak petugas kebersihan, beasiswa untuk anak yatim, ODGJ orang dengan ganguan jiwa, janda miskin dan keluarga rawan gizi buruk dan stunting. 

“Kita akan dampingi bank sampah untuk menjadikan masyarakat, untuk lebih peduli Kepada lingkungan secara luas, bukan hanya masalah sampah, tapi peduli terkait orang-orang yang kurang beruntung yang ada di lingkungan,” katanya. 

“Bagi RT RW nya yg ingin buat bank sampah, dari BSD siap fasilitasi dengan gratis,” sambung Iyad. (red)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan Posbankum

9 April 2026 - 08:16 WIB

Untirta dan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama dan Perkuat Sinergi melalui Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026

8 April 2026 - 14:03 WIB

Suwaib Amiruddin Terpilih Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Banten 2026-20231 : Pramuka Siap Sulap Sampah Pasar Jadi Pupuk Pertanian

8 April 2026 - 09:58 WIB

Bikers Brotherhood 1% MC Banten Chapter gelar Mandatory Run 1 dan Halal Bihalal

4 April 2026 - 18:20 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Trending di Ekonomi