Menu

Mode Gelap
KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024 Kemeriahan Puncak Dies Natalis UPG ke-3, Dihadiri Artis hingga Pejabat Daerah  Politikus Gerindra Desmond J Mahesa Meninggal Dunia MK Tetapkan Pemilu 2024 Pakai Sistem Proporsional Terbuka, Waspadai Politik Uang  Pembangunan Tahap II Masjid Agung Ats Tsauroh Ditarget Rampung 2023

Daerah · 20 Agu 2020 05:36 WIB ·

Masuk Zona Oranye, Walikota Syafrudin Menunda KBM Tatap Muka


 Masuk Zona Oranye, Walikota Syafrudin Menunda KBM Tatap Muka Perbesar

TIRTAYASA.ID-SERANG. Walikota Serang yang menjabat sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Serang, Syafrudin menunda Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap muka yang baru berjalan dua hari. 

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 338/691/Diskominfo/2020 tertanggal 19 Agustus 2020 yang ditandangani Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Serang. 

Berikut empat pertimbangan penutupan KBM Tatap Muka yang tertuang dalam surat tersebut.

1. Memperhatikan angka 3 surat dimaksud dimana menyatakan bahwa Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat resiko (zona) daerah berubah, Satuan Pendidikan wajib ditutup kembali.

2. Mengacu pada peta zonasi dan risiko pada website www.covid19.go.id per tanggal 19 Agustus 2020, zonasi Kota Serang berada pada risiko sedang (zona orange). Adapun tinjauan dan kajian epidemiologi terlampir. 

3. Pada panduan perilaku di zona orange poin d menyatakan bahwa apabila daerah yang berada pada zona orange maka tempat- tempat umum ditutup, termasuk pendidikan dilakukan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

4. Berdasarkan penjelasan di atas, dengan ini kami memerintahkan kepada Saudara untuk menunda pembelajaran tatap muka sampai dengan ada perubahan zonasi menuju tingkat aman untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Ya (ditunda), karena peningkatan status zona oranye,” ujar Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Serang, Syafrudin singkat, Kamis (20/8).

Terpisah, Kepala Diskominfo Kota Serang, W Hari Pamungkas memebenarkan, salah satu pertimbangan yakni tingkat penularan tinggi. Berdasarkan kajian epidemiologi penularan wabah Covid-19, 1 berbanding 4. 

“Iya benar, semalam. Dibuat poin-poin pertimbangannya itu ada di surat,” katanya. (red)

BACA JUGA   Tokoh Masyarakat Mendukung Pemekaran Papua
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPUPR Provinsi Banten Perbaiki Saluran Drainase di Ruas Jalan Palima-Pasar Teneng

30 April 2024 - 17:09 WIB

Berikut Berbagai Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2024 

20 Maret 2024 - 14:45 WIB

Pemkot Serang Kembangkan Aplikasi Bayar Zakat

19 Maret 2024 - 22:48 WIB

Tujuh Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan 

11 Maret 2024 - 12:34 WIB

5 Makanan Berkhasiat Menurunkan Asam Lambung

11 Maret 2024 - 00:07 WIB

Peran Aktif Indonesia dalam Penyelesaian Perang Israel-Palestina

18 November 2023 - 11:34 WIB

Trending di News