Menu

Mode Gelap
KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024 Kemeriahan Puncak Dies Natalis UPG ke-3, Dihadiri Artis hingga Pejabat Daerah  Politikus Gerindra Desmond J Mahesa Meninggal Dunia MK Tetapkan Pemilu 2024 Pakai Sistem Proporsional Terbuka, Waspadai Politik Uang  Pembangunan Tahap II Masjid Agung Ats Tsauroh Ditarget Rampung 2023

Daerah · 20 Okt 2022 22:57 WIB ·

Dikeluhkan Warga Kota Serang, Penampung Oli Bekas Disegel DLH Banten


 Dikeluhkan Warga Kota Serang, Penampung Oli Bekas Disegel DLH Banten Perbesar

TIRTAYASA.ID, SERANG – Dikeluhkan warga kerap memanfaatkan penampung Oli bekas jadi pengolahan dengan teknik pembakaran. Kamis 20 Oktober 2022 rombongan Ditreskrimsus Polda Banten bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi melakukan penyegelan sementara.

Penyegelan dilakukan terhadap perusahaan penampung oli bekas PT Raja Goedang Mas (RGM) yang berlokasi di Lingkungan Kesuren, RT 02, RW 23, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang. 

“Kami dari DLH Provinsi Banten sudah mengambil tindakan terhadap PT RGM, pada bulan Agustus lalu sudah diberikan sanksi administrasi,” ujar Kepala DLH Provinsi Banten Wawan Gunawan kepada wartawan. 

Gunawan menjelaskan, berdasarkan ijinnnya, PT RGM hanya diperbolehkan untuk melakukan penampungan oli bekas. Perusahaan tersebut tidak boleh melakukan aktivitas pembakaran.

“PT RGM ini tidak sesuai dengan aturan di dalam kontrak (melakukan pembakaran endapan oli-red) karena dalam ijinnya hanya mengumpulkan,” katanya. 

“Dia boleh menjual tapi tidak boleh membakar karena itu bisa menimbulkan pencemaran,” tambah Gunawan. 

Sementara itu, Kanit 1 Subdit 4 Tipiter Ditreskrimsus Polda Banten AKBP E Suhendar kepolisian belum dapat memproses PT RGM ke jalur pidana. Sebab, proses pidana baru dapat dilakukan setelah adanya korban.

“Terkait dengan penindakan hukum yang kita kedepankan itu ultimum remedium, artinya penegakkan hukum itu upaya terakhir. Dalam undang-undang lingkungan hidup itu, tindakan pertama itu sanksi administrasi, kemudian kedua teguran,” katanya. 

“Kalau masih ditemukan pelanggaran maka dilakukan pembekuan baru pencabutan ijin. Penindakan hukum dilakukan kalau timbul adanya korban,” imbuh Suhendar.

Sementara itu, Direktur PT RGM Johanes Karyana mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan pembakaran limbah oli lagi. Kata dia, pembakaran limbah oli tersebut karena menganggap sebagai sampah. “Dibakar karena dianggapnya hanya sampah saja,” katanya. 

BACA JUGA   Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19

Bau Menyengat

Ketua RT 002 RW 023, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang Seli Sanepa mengatakan, aktivitas perusahaan itu sudah berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya. 

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berikut Berbagai Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2024 

20 Maret 2024 - 14:45 WIB

Pemkot Serang Kembangkan Aplikasi Bayar Zakat

19 Maret 2024 - 22:48 WIB

Tujuh Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan 

11 Maret 2024 - 12:34 WIB

5 Makanan Berkhasiat Menurunkan Asam Lambung

11 Maret 2024 - 00:07 WIB

Peran Aktif Indonesia dalam Penyelesaian Perang Israel-Palestina

18 November 2023 - 11:34 WIB

Masuk Endemi Covid-19, BPJS Kesehatan Jamin untuk Peserta JKN

12 September 2023 - 09:40 WIB

Trending di Kesehatan