Menu

Mode Gelap
KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024 Kemeriahan Puncak Dies Natalis UPG ke-3, Dihadiri Artis hingga Pejabat Daerah  Politikus Gerindra Desmond J Mahesa Meninggal Dunia MK Tetapkan Pemilu 2024 Pakai Sistem Proporsional Terbuka, Waspadai Politik Uang  Pembangunan Tahap II Masjid Agung Ats Tsauroh Ditarget Rampung 2023

News · 11 Des 2021 09:30 WIB ·

BPIP: Kabupaten Ende sebagai Rahimnya Indonesia


 BPIP: Kabupaten Ende sebagai Rahimnya Indonesia Perbesar

TIRTAYASA.ID, NTT – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya di Kabupaten Ende, Jum’at, (10/12).

Selain disebut sebagai Kota Pancasila Ende Juga disebut sebagai rahimnya Indonesia, lantaran Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia yang dirumuskan oleh Bung Karno saat diasingkan.

Dalam kunjungan kerjanya BPIP melakukan Napak Tilas Bung Karno di Ende dipimpin langsung Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi.

Dalam napak tilasnya dirinya menceritakan sejarah penjajahan sejak ratusan tahun akibat tidak memiliki teknologi militer sehingga Indonesia mengalami kemiskinan, terbodohkan, tersakitkan.

“Tetapi kita berhasil proklamasi di tengah Perang Dunia Ke-2, dengan teknologi militer dan dapat mempersatukan semua elemen bangsa tanpa berdarah yang salah satu tonggaknya Kota Ende”, tegasnya.

Yang pertama BPIP mengunjungi pelabuhan Ende yang merupakan tempat tiba Bung Karno dengan Bu Inggit, Bu Amsi sama anak angkatnya Ratna Djuamdi karena Ende merasa sudah ujung dunia.

Selanjutnya BPIP juga mengunjungi tempat lapor diri di tempat militer Belanda yang bangunannya masih utuh dan asli.

Tidak hanya itu rombongan BPIP mengunjungi Rumah Pengasingan pada tahun 1934-1938. Dalam kesempatan tersebut Kepala BPIP juga sempat shalat hajat di tempat shalat yang biasa digunakan Bung Karno saat diasingkan.

Selain rumah pengasingan BPIP juga mengunjungi tempat teater milik Group Bung Karno, Biara dan Melakukan ziarah ke makam Almarhumah Bu Amsi.

“BPIP sebagai Badan ditugaskan untuk menjaga Pancasila. Di Ende ini menjadi berpikir bagaimana membangun Negara Indonesia dengan pondasi Pancasila yang kuat”, paparnya.

Dalam napak tilasnya dalam waktu satu hari itu BPIP kemudian melakukan dialog dengan tokoh masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh akademisi, media dan dunia usaha di Taman Pancasila tepatnya dibawah pohon sukun dan mengunjungi Pondok Pesantren Wali Sanga.

BACA JUGA   Komunikasi Dua Arah; Pemimpin dan Masyarakat

Pemecah rekor sebagai dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang menembus Harvard Law School di Amerika Serikat itu juga sempat memberikan pidato di masjid Ar Rabhithah saat shalat Jum’at.

Ia menjelaskan khilafah bukan perintah agama. Maka jangan sampai melawan Negara, karena pilihan Bung Karno Sangat tepat yaitu Pancasila.

Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad, mengapresiasi kepada BPIP yang sudah melakukan kunker ke Ende sebagai kota Pancasila dan menyebut Rahimnya Indonesia.

Meskipun demikian ia berharap kepada BPIP untuk memperhatikan serius Kabupaten Ende. Bahkan ia mendorong Presiden untuk datang ke Ende dalam momentum lahir Pancasila.

“Saya berharap Presiden datang ke Ende terutama hadir dalam momentum hari lahir Pancasila”, ujarnya.

Selain itu ia juga berharap BPIP dapat menjembatani Bandung dan Ende, mengungat Ibu Amsi merupakan warga Bandung yang Meninggal di Ende. “Kami juga mengusulkam Bu Amsi menjadi salah seorang Pahlawan Nasional”, tegasnya.

Dalam dialog di bawah pohon sukun yang di mooderatori Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo tersebut BPIP akan berupaya mendorong usulan-usulan Pemrintah Kabupaten dan Masyarakat Ende.

“Akan segera menindaklanjutinya karena disinilah tempat soekarno menemukan mutiara yang berharga karena kota ini bukan kenangan tp getaran sejarah dunia di sini”, paparnya.

Menurutnya menggali Pancasila merupakan panggilan peradaban Dunia. Soekarno menemukan titik besar Ideologi liberal dan sosialisne.

Selain itu program yang akan didorong adalah program literasi Pancasila dan Perpustakan agar Pancasila  bisa aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari berbangsa dan bernegara.

Saat menjadi Narasumber Pater, Dr. Philipus Tule, SVD Rektor Universotas Katolik Widiya Mandira Kupang mengakui secara nasional dan global ende dikenal tempat soekarno dibuang dna menemukan banyk mutiara.

BACA JUGA   Jurnalis dan Tokoh Masyarakat Berperan Tingkatkan Kesadaran Vaksinasi Covid-19

“Kita dengar dari cerita dari orang luar, tapi sebai orang ende, kita harus menerima itu dan menggali lebih dalam lagi”, harapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga BPIP dan sejumlah Perguruan tinggi di Kabupaten Ende. Hadir juga Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringa Prakoso Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama BPIP Elfrida Herawati Siregar, Direktur Standarisasi Materi dan Metode Aparatur Negara BPIP Aris Heru Utomo, Pejabat dan Staf BPIP dan Pemerintah Kabupaten Ende. (rls)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPUPR Provinsi Banten Perbaiki Saluran Drainase di Ruas Jalan Palima-Pasar Teneng

30 April 2024 - 17:09 WIB

Peran Aktif Indonesia dalam Penyelesaian Perang Israel-Palestina

18 November 2023 - 11:34 WIB

Pembuatan Saluran Drainase Jalan Parigi – Sukamanah oleh UPTDPJJ Seragon

9 November 2023 - 22:26 WIB

Atasi Genangan Dengan Crossing Drain Di Ruas Jalan Ciruas-Petir-Warunggunung

9 November 2023 - 21:54 WIB

Dinas PUPR Banten Penanganan Bahu Jalan Parigi-Sukamanah, Kendaraan Lebih Nyaman

8 November 2023 - 21:11 WIB

Perbaikan Geometrik Simpang Palima-Pasar Teneng

8 November 2023 - 09:55 WIB

Trending di Pemerintahan