Menu

Mode Gelap
KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024 Kemeriahan Puncak Dies Natalis UPG ke-3, Dihadiri Artis hingga Pejabat Daerah  Politikus Gerindra Desmond J Mahesa Meninggal Dunia MK Tetapkan Pemilu 2024 Pakai Sistem Proporsional Terbuka, Waspadai Politik Uang  Pembangunan Tahap II Masjid Agung Ats Tsauroh Ditarget Rampung 2023

Ekonomi · 8 Agu 2022 15:47 WIB ·

Bangun Sinergi Kembali, PKN STAN Perpanjang MoU Tax Center


 Bangun Sinergi Kembali, PKN STAN Perpanjang MoU Tax Center Perbesar

TIRTAYASA.ID, TANGERANG –  Kepala Kanwil DJP Banten Yoyok Satiotomo menandatangani perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) pendirian tax center dan Perjanjian Kerjasama (PKS) program inklusi pajak dengan Direktur Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) di Gedung M Kampus PKN STAN, Bintaro, Tangerang.

STAN adalah salah satu kampus pelopor berdirinya Tax Center di Indonesia. Peran dosen dan mahasiswa STAN dalam mengedukasi masyarakat bersama-sama DJP bukanlah hal baru.

Sejarah pendirian tax center STAN sudah dimulai sejak tahun 2012. Seiring berjalannya waktu dan berbagai dinamika kampus yang terjadi, penandatanganan perpanjangan MoU baru dapat dilaksanakan pada Senin 8 Agustus 2022.

Walaupun MoU sudah berakhir semenjak 2017, namun kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama antara Kanwil DJP Banten dan STAN masih terus berjalan hingga saat ini.

Contoh, Kanwil DJP Banten secara rutin selalu mendukung kegiatan Pekan Raya Perpajakan Nasional (PRPN) baik menjadi sponsor kegiatan maupun menyediakan narasumber.

Begitu pula PKN STAN memberikan banyak kontribusi terutama dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai pelatihan dan pengembangan SDM DJP, salah satunya bagi juru sita.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan antar kedua intansi pun telah lama dilakukan, seperti program relawan pajak dan pembinaan bagi UMKM melalui program Business Development Services (BDS).

Penandatangan perpanjangan MoU merupakan bukti itikad baik kedua belah pihak, bahwasanya hubungan dan sinergi yang telah terjalin selama ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk menciptakan generasi emas sadar pajak.

Hal yang baru adalah hari ini kita juga akan menandatangani PKS Inklusi Kesadaran Pajak,  sehingga dalam mata kuliah dasar umum di STAN diberikan muatan2 perpajakan.

Hal ini tentu akan semakin menguatkan penanaman kesadaran akan pentingnya pajak melalui pendekatan dari berbagai disiplin ilmu.

BACA JUGA   Sah, Edi Ariadi Gantikan Rumiah Karteredjo Pimpin KONI Banten

“Dengan kerjasama ini, maka ada payung hukum bagi kedua pihak dalam bidang penelitian dan pengembangan,” katanya.

“Direktorat Jenderal Pajak juga berharap memperoleh banyak masukan dari para akademisi mengenai kebijakan-kebijakan perpajakan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” imbuh Yoyok. (rls)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Momen Libur Lebaran Perdana, KCIC Operasikan 52 Perjalanan Whoosh Per Hari

5 April 2024 - 22:04 WIB

Simak Aturan Bagasi Kereta Cepat Whoosh, Penumpang di Himbau Membawa Barang Sesuai Aturan

2 April 2024 - 21:18 WIB

Gelar Pasar Takjil, BMS Creative; Wujud Nyata Mendorong Pelaku UMKM Berkembang

28 Maret 2024 - 19:51 WIB

Jelang Idul Fitri, Harga Daging Sapi di Kota Serang Diperkirakan Tembus Rp180 Ribu Per Kilogram 

27 Maret 2024 - 23:17 WIB

Alfamart Cabang Serang Ajak Buka Bersama Member Loyal

23 Maret 2024 - 20:19 WIB

Per Februari 2024, Pajak Usaha Ekonomi Digital Capai Rp22,179 Triliun 

14 Maret 2024 - 19:41 WIB

Trending di Ekonomi