Menu

Mode Gelap
KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024 Kemeriahan Puncak Dies Natalis UPG ke-3, Dihadiri Artis hingga Pejabat Daerah  Politikus Gerindra Desmond J Mahesa Meninggal Dunia MK Tetapkan Pemilu 2024 Pakai Sistem Proporsional Terbuka, Waspadai Politik Uang  Pembangunan Tahap II Masjid Agung Ats Tsauroh Ditarget Rampung 2023

Daerah · 3 Sep 2020 02:25 WIB ·

Balita Stunting Butuhkan Protein Hewani Untuk Bisa Kembali Tumbuh Normal


 Balita Stunting Butuhkan Protein Hewani Untuk Bisa Kembali Tumbuh Normal Perbesar

TIRTAYASA.ID, PANDEGLANG – Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Namun ada sebuah harapan bagi balita stunting untuk dapat tumbuh normal jika kecukupan protein hewani bisa terpenuhi.

“Yang masih di 2 tahun pertama bisa masuk ke jalur tumbuh normal, walau fisik tidak terkejar minimal otak nya akan tumbuh normal,” demikian dikatakan Prof. dr. Fasli Jalal Rektor Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Jakarta, saat menyerahkan bantuan telur untuk balita stunting, Rabu (2/9/2020).

Disampaikan Prof.dr. Fasli Universitas Yarsi sudah bersinergi dengan pemerintan daerah Kabupaten Pandeglang melakukan penanganan stunting dengan beberapa program. Kata dia, salah satu program yang dilakukan adalah edukasi kepada orang tua balita stunting dalam pemberian asupan gizi.

“Dari banyak protein hewani, telurlah yang mudah dicerna, untuk itu kami memberikan asipan protein dari telur selama 6 bulan kedepan untuk di 6 Kecamatan dan 10 Desa yang menjadi pilot project,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan normal untuk satu orang balita stunting dalam satu hari yaitu 1 gram/ 1kg berat badan balita. Untuk kata Prof.dr Fasli, pihaknya mengajarkan berbagai olahan manan yang berbahan telur.

“Khawatir bosan setiap hari bisa diolah dengan produk lain, yang terpenting ada masukan peotein hewani, kita ajari orang tuanya sehingga variatif dalam ngolah telur,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan 54.700 telur ini dukungan dari PT. Charoen Pokphand Indonesia yang siap membantu penyediaan kebutuhan hewani bagi balita stunting.

“Mereka siap membantu dan bersinergi, semoga pandeglang bisa lebih cepat penurunan angka stunting sehingga bisa menjadi percontohan,” pungkasnya.

BACA JUGA   DP3AKKB Banten Ajak Warga Cilegon untuk Pengendalian Stunting

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Universitas Yarsi dan PT. Charoen Pokphand Indonesia dalam penurunan angka stunting di Pandeglang.

“Stimulus harus kita berikan kepada balita ini, mudah – mudahan jika semua pihak bergerak angka stunting bisa menurun di Pandeglang,” ujar Irna.

Aan Magdalena Siadar Sekjen PT. Charoen Pokphand Indonesia mengatakan, pihaknya merasa senang bisa dilibatkan dalam penanganan stunting di Pandeglang.

“Terimakasih kami bisa menjadi bagian dalam penanganan stunting, dan ini akan menjadi fokus perusahaan kami,” imbuhnya.

Hadir dalam acara ini Asda Ekbang Indah Dinarsisni, dan Kadinkes Pandeglang Raden Dewi Setiani. (Red)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tujuh Manfaat Bangun Pagi untuk Kesehatan

3 Juni 2024 - 08:22 WIB

3M-Plus Cara Efektif Cegah Demam Berdarah 

30 Mei 2024 - 09:02 WIB

DPUPR Provinsi Banten Perbaiki Saluran Drainase di Ruas Jalan Palima-Pasar Teneng

30 April 2024 - 17:09 WIB

Berikut Berbagai Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2024 

20 Maret 2024 - 14:45 WIB

Pemkot Serang Kembangkan Aplikasi Bayar Zakat

19 Maret 2024 - 22:48 WIB

Tujuh Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan 

11 Maret 2024 - 12:34 WIB

Trending di Kesehatan