Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Ekonomi · 7 Des 2025 08:26 WIB ·

ASTRA Tol Tangerang-Merak Dorong Budaya Aman Berkendara, Lewat Fun Rally dan Kampanye Keselamatan


 ASTRA Tol Tangerang-Merak Dorong Budaya Aman Berkendara, Lewat Fun Rally dan Kampanye Keselamatan Perbesar

SERANG – ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan budaya keselamatan berkendara melalui penyelenggaraan Road Safety Campaign & Fun Rally “Safe Journey, Safe Together” Sabtu, 6 Desember 2025.

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas lembaga, praktisi keselamatan, komunitas otomotif, dan pelaku industri pariwisata dalam upaya menciptakan perjalanan yang aman serta menggerakkan ekonomi Banten.

Sebagai salah satu ruas tol strategis, Tangerang-Merak memegang peran vital dalam mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga akses menuju destinasi wisata unggulan Banten seperti Anyer-Carita, Tanjung Lesung, Ujung Kulon, hingga kawasan budaya Baduy. Karena itu, peningkatan kesadaran berkendara menjadi faktor kunci untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan sektor pariwisata.

Dalam sambutannya, Direktur Operasional ASTRA Tol Tamer, Rinaldi menegaskan keselamatan berkendara bukan sekedar aturan, tetapi ekosistem yang harus dibangun bersama.

“Keselamatan bukan hanya soal rambu dan kecepatan. Ini tentang kebiasaan, kesadaran, serta kepedulian kita satu sama lain. Satu perjalanan yang aman dapat menggerakkan banyak kehidupan, UMKM, pelaku wisata, hingga industri kreatif di Banten,” ujar Rinaldi.

Rinaldi juga menambahkan kampanye ini menjadi momen penting menjelang periode Natal dan Tahun Baru, di mana volume kendaraan meningkat dan risiko berkendara turut bertambah.

Sesi edukasi menghadirkan para praktisi keselamatan yang memberi perspektif dari berbagai sudut, dipandu oleh moderator dari NTMC Korlantas Polri membuat ruang diskusi menjadi lebih interaktif dan menarik.

Pembahasan dibuka oleh Sony Susmana, Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), yang menyoroti bahwa keselamatan berkendara berawal dari pola pikir pengemudi.

Ia menegaskan bahwa kecelakaan umumnya terjadi bukan karena kecepatan, tetapi karena kurangnya antisipasi terhadap risiko. Keselamatan selalu berawal dari diri sendiri.

BACA JUGA   Pasangan Andika-Nanang Daftar ke KPU Kabupaten Serang 

“Ketika kita membangun kebiasaan mengemudi yang benar, kita bukan hanya melindungi diri, tetapi juga menjaga orang-orang di sekitar kita,” ujar Sony.

Masih dari aspek perilaku, pandangan tersebut diperkuat oleh Ine Rosdiana, pembalap sekaligus penggiat keselamatan berkendara. Melanjutkan pemaparan Sony, ia menekankan bahwa kemampuan teknis tidak akan berarti tanpa pengendalian diri.

“Di jalan tol, kita melaju dengan kecepatan tinggi tanpa mengetahui kondisi setiap pengemudi di sekitar kita. Itulah mengapa kontrol diri, menjaga jarak, dan antisipasi serta kewaspadaan harus lebih kuat daripada saat berada di sirkuit,” jelas Ine.

Ia menegaskan disiplin dan etika berkendara merupakan faktor utama yang sering kali dilupakan.

Menghubungkan perilaku dengan perkembangan industri otomotif, sesi dilanjutkan dengan perspektif teknis dari Gesang Pranoto, Technical Support Specialist Auto2000.

Ia menjelaskan bahwa teknologi keselamatan pada kendaraan modern hanya akan efektif bila dikombinasikan dengan kewaspadaan pengemudi.

“Perubahan budaya mengemudi saat ini sangat terasa. Kita beralih dari kendaraan konvensional menuju kendaraan elektrik, dan setiap perubahan itu membawa penyesuaian baru,” katanya.

“Sebelum berkendara, pastikan kendaraan dalam kondisi layak pakai dan seluruh sistem keselamatannya berfungsi dengan baik. Karena ketika faktor keselamatan bermasalah, dampaknya bukan hanya pada performa mobil, tetapi juga langsung pada keamanan kita di perjalanan,” tambah Gesang.

Keseluruhan rangkaian pemaparan narasumber menggambarkan bahwa aspek manusia, teknologi, dan edukasi saling melengkapi. Ketiganya menjadi pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam menciptakan pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab di jalan tol.

Setelah mengupas pentingnya perilaku pengemudi dan pemanfaatan teknologi kendaraan, diskusi bergeser pada dampak yang lebih luas yakni bagaimana keselamatan jalan turut memengaruhi pergerakan masyarakat dan denyut ekonomi daerah. Karena keselamatan yang baik di jalan tol berpengaruh langsung terhadap minat wisatawan untuk berkunjung ke Banten.

BACA JUGA   Per Februari 2024, Pajak Usaha Ekonomi Digital Capai Rp22,179 Triliun 

Dalam kesempatan ini, Ashok Kumar, Ketua PHRI Banten, menegaskan hubungan strategis antara keamanan perjalanan dan daya tarik daerah.

Menurutnya, keselamatan di jalan tol bukan hanya urusan pengemudi atau kendaraan, ini adalah tanggung jawab bersama. Ketika human error bisa dikurangi dan kendaraan berfungsi baik, maka kualitas perjalanan meningkat, dan dampaknya terasa hingga sektor pariwisata.

“Jalur Tol Tamer menciptakan aksesibilitas yang aman, nyaman, dan terprediksi. Semakin disiplin kita berkendara, semakin besar multiefeknya pada pergerakan ekonomi di Banten,” ungkap Ashok.

Stabilitas perjalanan wisata yang aman berperan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi sektor perhotelan, kuliner, pengrajin lokal, serta pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup pada mobilitas wisatawan.

Tidak hanya menghadirkan sesi talkshow, rangkaian acara Road Safety Campaign & Fun Rally juga diperkaya dengan momen apresiasi bagi para peserta Ecopreneur Competition, sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mendorong inovasi berkelanjutan dan solusi ramah lingkungan di sektor transportasi dan pariwisata.

Para pemenang dan finalis menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam menghasilkan gagasan yang sejalan dengan komitmen ASTRA terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam penguatan ekosistem berkelanjutan di wilayah Banten.

Pada kesempatan yang sama, ASTRA Tol Tamer turut memberikan apresiasi kepada pengguna jalan setia, dari kendaraan golongan I hingga V sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan serta konsistensi mereka dalam mendukung operasional layanan jalan tol.

Penghargaan ini menjadi simbol hubungan baik antara perusahaan dan pengguna jalan yang menjadi bagian penting dalam kesinambungan layanan serta peningkatan kualitas perjalanan di ruas Tangerang-Merak.

Pihaknya berharap rangkaian kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda tahunan, melainkan katalis yang menumbuhkan budaya baru, yaitu Budaya peduli, Budaya tertib, dan Budaya Selamat.

BACA JUGA   Gol Messi ke Australia, Lewati Rekor Diego Maradona

Dengan kolaborasi lintas sektor, edukasi keselamatan yang berkelanjutan, dan partisipasi aktif masyarakat, perjalanan di ruas Tol Tangerang-Merak diharapkan semakin aman, nyaman, dan memberikan manfaat luas bagi seluruh ekosistem, mulai dari pengguna jalan, pelaku usaha, hingga masyarakat lokal yang menggantungkan mata pencahariannya pada mobilitas dan perkembangan pariwisata Banten. (*/rls)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

5 Ribu Jiwa Terdampak Banjir dan Cuaca Ekstrem di Kota Serang

5 Januari 2026 - 07:31 WIB

PDI Perjuangan Kota Serang Ajak Elemen Masyarakat Gotong Royong Bantu Korban Banjir

4 Januari 2026 - 17:15 WIB

Pemilu oleh DPR: Kudeta Sunyi atas Kedaulatan Rakyat

2 Januari 2026 - 15:47 WIB

Sambut Tahun Baru 2026, Warga BMS Gelar Doa Bersama Penuh Khidmat

31 Desember 2025 - 22:11 WIB

Empat Pilar Kebangsaan Harus Diterjemahkan dalam Tindakan Konkret di Masyarakat

23 Desember 2025 - 14:39 WIB

Lantik PC Ansor Cilegon, Ketua PW GP Ansor Banten Serukan Kader Harus Jadi Bagian Solusi

21 Desember 2025 - 18:38 WIB

Trending di News