Menu

Mode Gelap
KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024 Kemeriahan Puncak Dies Natalis UPG ke-3, Dihadiri Artis hingga Pejabat Daerah  Politikus Gerindra Desmond J Mahesa Meninggal Dunia MK Tetapkan Pemilu 2024 Pakai Sistem Proporsional Terbuka, Waspadai Politik Uang  Pembangunan Tahap II Masjid Agung Ats Tsauroh Ditarget Rampung 2023

Ekonomi · 25 Okt 2022 23:56 WIB ·

Realisasi Investasi Indonesia Terus Meningkat


 Realisasi Investasi Indonesia Terus Meningkat Perbesar

Oleh : Abdul Rozak

Realisasi investasi di Indonesia terus meningkat dan membuktikan bahwa kinerja pemerintah berhasil dan targetnya terus terpenuhi. Kepercayaan dari para investor asing juga naik dan mereka menggelontorkan dana jutaan dollar. Untuk terus maju dan bangkit dari efek pandemi maka investasi terus digenjot, karena akan meningkatkan devisa negara.

Indonesia menjadi negara idaman bagi para investor asing. Pertama, sudah ada Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) sebagai payung hukum, sehingga penanam modal diproteksi dan mereka mendaptkan kemudahan dalam mengurus perizinan. Kedua, kondisi ekonomi dan politik di negeri ini relatif stabil, sehingga investasi jangka panjang tidak akan terganggu oleh kerusuhan massa atau ancaman potensi krisis moneter.

Realisasi investasi juga terus meningkat. Menurut data dari Kementerian Investasi, realisasi investasi Indonesia di kuartal kedua tahun 2022 mencapai 302,2 triliun rupiah. Capaian ini amat bagus karena merupakan angka tertinggi dalam 1 dekade terakhir. Jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2022 maka ada kenaikan sebesar 7 persen. Sementara jika dibandingkan dengan realisasi investasi tahun 2021, ada kenaikan sebesar 31 persen.

Kenaikan realisasi ini amat bagus karena menandakan bahwa Indonesia menjadi negara favorit dalam menanamkan modal. Menteri Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pertumbuhan realisasi penanaman modal asing terjadi karena Indonesia masih dipercaya sebagai negara tujuan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bahlil menambahkan, kepercayaan dari para penanam modal asing terjadi karena banyak hal. Pertama, mereka percaya akan kepemimpinan Presiden Jokowi. Kedua, ada kestabilan politik di Indonesia, dan ketiga ada jaminan hukum yang pasti (dengan adanya UU Cipta Kerja klaster investasi). Sedangkan yang terakhir adalah transparasi percepatan dan pelayanan.

BACA JUGA   Pemuka Agama Berperan Penting Gencarkan Moderasi Beragama

Dalam artian, banyaknya realisasi investasi adalah hasil dari kerja keras pemerintah, yang ingin agar ada peningkatan penanaman modal asing. Pertama, ada garansi langsung dari Presiden Jokowi bahwa menanamkan modal di Indonesia sangat aman.

Kedua, ada pengesahan dan pengaplikasian UU Cipta Kerja, yang mempermudah perizinan investasi dan bisa dilakukan melalui online. Pelayanan juga dipercepat karena Presiden Jokowi menginginkan adanya reformasi birokrasi.

Ketiga, kestabilan ekonomi dan politik Indonesia juga menjadi magnet dari investasi asing. Tidak ada huru-hara seperti di Suriah atau kekacauan ekonomi seperti di Sri Lanka. Indonesia relatif aman meski masih didera pandemi, dan berhasil melalui fase berat ini dengan kuat.

Dengan strategi ini maka realisasi investasi akan terus meningkat. Bahkan paling tinggi dalam 1 dekade terakhir. Menurut data dari Kementerian Investasi, realisasi investasi tahun 2017 ada 600 triliun rupiah. Sedangkan tahun 2021 mencapai 900 triliun rupiah. Hal ini amat bagus karena memenuhi target dan ada kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Sementara itu, Presiden Jokowi memberi target bahwa tahun 2022, realisasi investasi mencapai 1.200 triliun. Tujuannya untuk mencapai peningkatan ekonomi sebesar 5 persen per tahun. Angka ini harus dicapai dalam 4 kuartal dan Kementerian Investasi wajib bekerja keras dalam mewujudkannya.

Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa ada 5 langkah untuk memfasilitasi para investor asing agar memenuhi target realisasi investasi tahun 2022. Pertama, meyakinkan penanam modal bahwa Indonesia ramah investasi. Caranya dengan sosialisasi UU Cipta Kerja yang menjadi payung hukum dari investor, karena punya klaster investasi.

Cara kedua adalah dengan membantu pelayanan perizinan. Saat ini izin usaha dipermudah dan bisa dilakukan secara daring melalui online single submission. Pengurusan izin yang online mempermudah karena hemat waktu dan juga biaya, dan tidak merepotkan seperti dulu. Ketika perizinan usaha harus diurus di kantor dan antrinya juga tidak sebentar.

BACA JUGA   UU Cipta Kerja Mempermudah Kaum Milenial Meningkatkan Investasi

Cara ketiga adalah dengan membantu finansial closing, dan membantu juga untuk layanan end to end kepada para investor sampai fase realisasi investasi. Dengan bantuan dan pelayanan ini maka realisasi investasi pasti bertambah, karena para investor merasa senang dan dibantu terus oleh pemerintah Indonesia, yang diwakili oleh Kementerian Investasi.

Cara selanjutnya adalah dengan membantu investor sampai tahap produksi. Diharap dengan bantuan ini maka investasinya sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Realisasi investasi akan terwujud dan memenuhi target dari pemerintah.

Peningkatan realisasi investasi harus diwujudkan karena makin banyak penanaman modal, maka makin bagus. Penyebabnya karena devisa negara akan naik. Jika devisa naik maka akan menyehatkan finansial negara, dan Indonesia lebih kuat di bidang ekonomi. Bahkan peningkatannya bisa melebihi dari sebelum masa pandemi.

Realisasi investasi di Indonesia terus meningkat dan angkanya sangat bagus, karena menjadi yang terbesar dalam 10 tahun terakhir. Target dari pemerintah selalu terpenuhi, dan pertumbuhan ekonomi selalu terjadi. Peningkatan realisasi investasi merupakan hasil dari kerja keras Kementerian Investasi/BKPM yang selalu all out dalam meningkatkan kinerjanya, dan berusaha mencapai target yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi. (*)

*) Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Momen Libur Lebaran Perdana, KCIC Operasikan 52 Perjalanan Whoosh Per Hari

5 April 2024 - 22:04 WIB

Simak Aturan Bagasi Kereta Cepat Whoosh, Penumpang di Himbau Membawa Barang Sesuai Aturan

2 April 2024 - 21:18 WIB

Gelar Pasar Takjil, BMS Creative; Wujud Nyata Mendorong Pelaku UMKM Berkembang

28 Maret 2024 - 19:51 WIB

Jelang Idul Fitri, Harga Daging Sapi di Kota Serang Diperkirakan Tembus Rp180 Ribu Per Kilogram 

27 Maret 2024 - 23:17 WIB

Alfamart Cabang Serang Ajak Buka Bersama Member Loyal

23 Maret 2024 - 20:19 WIB

Per Februari 2024, Pajak Usaha Ekonomi Digital Capai Rp22,179 Triliun 

14 Maret 2024 - 19:41 WIB

Trending di Ekonomi