Menu

Mode Gelap
Restu Prabowo untuk Andra-Dimyati di Pilgub Banten Ketua Harian DPP Gerindra Unggah Pasangan Andra-Dimyati untuk Pilgub Banten  KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024 Kemeriahan Puncak Dies Natalis UPG ke-3, Dihadiri Artis hingga Pejabat Daerah  Politikus Gerindra Desmond J Mahesa Meninggal Dunia

Nasional · 6 Okt 2023 14:41 WIB ·

KTT AIS Forum 2023 Ajang Kolaborasi Negara Pulau-Kepulauan


 KTT AIS Forum 2023 Ajang Kolaborasi Negara Pulau-Kepulauan Perbesar

BALI – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kepulauan dan Pulau Kecil atau Archipelagic and Islands States (AIS) Forum memberikan kesempatan kepada negara pulau dan kepulauan seluruh dunia untuk berkolaborasi dalam mengatasi tantangan dan permasalahan, utamanya pada sektor pembangunan kelautan, mitigasi perubahan iklim, dan penanggulangan pencemaran di laut.

Asisten Deputi Delimitasi Zona Maritim dan Kawasan Perbatasan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Sora Lokita, mengatakan, sejumlah negara pulau dan kepulauan akan berpartisipasi pada KTT AIS Forum edisi pertama pada 11 Oktober 2023 di Bali.

Menurutnya, Indonesia memiliki peran penting dan strategis di AIS Forum.
“Kepemimpinan Indonesia sangat dibutuhkan untuk menjembatani kolaborasi antara negara maju dan negara berkembang di AIS. Posisi Indonesia memungkinkan mendorong kolaborasi yang konkret dan inklusif antar negara tanpa melihat perbedaan status ekonomi maupun luasan wilayah,” tutur Sora Lokita.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menekankan dua hal dalam konteks kerja sama AIS Forum, diantaranya pentingnya semangat kolaborasi dalam mengatasi tantangan global.

“AIS Forum harus menjadi platform untuk berkolaborasi mengatasi tantangan global, termasuk melalui sinergi dengan inisiatif-inisiatif lainnya,” ujar Menlu.

Kedua, pentingnya memperkuat persatuan untuk mencapai tujuan bersama.

“Ekonomi kelautan berkelanjutan adalah tujuan bersama yang menyatukan kita. Kita semua bergantung pada laut sebagai sumber makanan dan kehidupan, namun di saat yang sama laut juga menghadirkan tantangan besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Retno mengungkapkan bahwa diantara tantangan tersebut adalah naiknya permukaan air laut, sampah laut, dan eksploitasi sumber daya laut berlebihan.

“Jika tidak ditangani, negara-negara kepulauan akan merasakan dampak yang paling besar,” tambahnya.

KTT AIS Forum berprinsip untuk merangkul dan bekerja sama dengan seluruh negara pulau dan kepulauan, serta dengan konkret membuat program yang berasal dari kepentingan masyarakat.

BACA JUGA   HUT ke 56 Tahun, Kahmi Kolaborasi Dukung Sektor Kelautan dan Perikanan

“Indonesia dilihat memiliki banyak best practices, kita tidak mau menyimpan hanya untuk kebutuhan sendiri, tapi kita ingin membuat gerakan global dimana solusi atas permasalahan negara pulau dan kepulauan bisa kita gerakan dari penjuru dunia. Harapannya gerakan ini jadi lebih massive dan akhirnya negara pulau dan kepulauan dapat menghadapi tantangan bersama-sama,” jelas Asisten Deputi Delimitasi Zona Maritim dan Kawasan Perbatasan Kemenko Marves Sora Lokita.

Melihat penting adanya solusi atas permasalahan dari negara pulau dan kepulauan, Asdep Sora menegaskan target KTT AIS Forum, yakni sebagai wadah aspirasi dan harapan-harapan yang mengutamakan kepentingan masyarakat di negara itu sendiri. (*)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024

13 November 2023 - 17:25 WIB

Siap Digelar, KTT AIS Menjadi Momentum Indonesia Kembangkan Ekonomi Biru

7 Oktober 2023 - 21:25 WIB

KTT AIS Forum 2023, Forum Besar Negara Maritim Bakal Digelar di Bali

5 Oktober 2023 - 20:45 WIB

Rajut Potensi Pemuda Islam dan Ekonomi Syariah, Arief Rosyid Roadshow ke Pesantren di Jawa Timur

2 Oktober 2023 - 15:16 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Episentrum Ekonomi ASEAN

2 September 2023 - 18:06 WIB

Presiden Jokowi: Indonesia Siap Gelar KTT ASEAN ke-43 di Jakarta

1 September 2023 - 13:20 WIB

Trending di Nasional