Merial Institute: Indonesia Emas 2045 Mustahil, Tanpa Implementasi Perpres Kepemudaan

0

TIRTAYASA.ID, JAKARTA – Pembangunan kepemudaan diharuskan menjadi bagian dari pangkal pembangunan, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Demikian terungkap dalam Audiensi Merial Institute dengan Staf Khusus Presiden RI, dihadiri oleh Aminuddin Ma’ruf, Billy Mambrasar, beserta perwakilan staf dari Putri Indahsari Tanjung, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Selasa (27/4). 

Hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Eksekutif Merial Institute Arief Rosyid, Direktur Riset Muhammad Fadli Hanafi, Direktur Politik & Kebijakan Publik Denny Giovanno, Direktur Program Fajar Iman Hasanie, Direktur Media Achmad Hafiz Huzaefah dan Direktur Administrasi dan Kerjasama Mardhiyah.

Direktur Eksekutif Merial Institute Arief Rosyid mengatakan, Merial Institute sebagai perwakilan unsur masyarakat yang selama ini terlibat dalam Pokja Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan untuk membantu pengimplementasian Perpres 66/2017 mengajukan beberapa rekomendasi.

Pertama, kata Arief sesuai visi Presiden Joko Widodo, hambatan pelayanan kepemudaan perlu diatasi dengan fokus intervensi positif dalam peningkatan kesempatan kerja dan kewirausahaan, teknologi dan informasi, pendidikan serta kesehatan.

Kedua, Merial Institute dan Staf Khusus Milenial Presiden RI berkomitmen menyusun agenda-agenda kolaborasi dan kerja-kerja bersama demi mengoptimalisasi peran pemuda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, dengan indikator yang terdapat pada Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan Ketiga, Penyusunan database kepemudaan yang terintegrasi.

“Pembangunan Pemuda harus mendapat tempat sebagai prioritas pembangunan nasional saat ini. Dengan jumlah pemuda yang semakin besar, perlu peningkatan fasilitas dan program kepemudaan,” ujar Arief Rosyid.

Menurutnya, peningkatan kuantitas akan diiringi dengan peningkatan kualitas. Prioritas pembangunan sumber daya manusia yang ditetapkan Presiden Joko Widodo dalam lima tahun mendatang telah membuka jalan menuju ke sana. “Dengan membangun pemuda, kita membangun masa depan,” terangnya.

“Tak terbantahkan bahwa sejarah panjang Republik Indonesia menempatkan kelompok pemuda dalam posisi yang terhormat,” tambah Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia. 

Kata dia, pemuda dengan semangat dan kemampuan inovasinya memiliki andil yang besar dalam melakukan perubahan besar dan mendorong pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. 

“Jika dipersiapkan dengan baik, pemuda dapat menjadi energi positif bagi perubahan dan mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia,” terangnya.

Kondisi ini menjadi semakin mendesak mengingat setidaknya ada dua momentum penting di masa yang akan datang yang sangat bergantung pada kualitas pemuda hari ini. “Yang pertama adalah target Suistainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030, yang kedua adalah peluang bonus demografi yang juga diproyeksikan mencapai puncaknya pada periode yang sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Riset Merial Institute Muhammad Fadli Hanafi menjelaskan, sejak 2015-2019, Presiden Joko Widodo telah konsisten menjadikan pemuda sebagai prioritas dan concern utama dengan dibuktikan terbitnya Perpres No. 66/2017 tersebut. 

Namun yang juga penting adalah bahwa pada periode 2020-2024 ini, merupakan bagian penting lainnya yaitu tahap implementasi. Jika tidak optimal, maka akan menjadi bencana demografi. (rls)