Menyantuni Anak Yatim di 10 Muharam 1442 H

0
Kepala Depertemen Hubungan Kelembagaan dan PR Mayora Group, Intan Rionita Latief saat memberikan sambutan pada acara Santunan Anak Yatim, 10 Muharam 1442 H.

PT. Mayora Gelar Peringatan 10 Muharam 1442 H

TIRTAYASA.ID-PANDEGLANG. Dalam rangka menyambut peringatan 10 Muharam 1442 Hiriyah yang jatuh pada sabtu (29/8) PT. Mayora menggelar semarak berbagi sesama dengan menyantuni anak yatim piatu. Kegiatan tersebut mengusung tema berbagi berkah dan kebahagiaan bersama anak yatim bertempat di Cadasari, Pandeglang.

Kepala Depertemen Hubungan Kelembagaan dan PR Mayora Group, Intan Rionita Latief mengatakan, bulan muharam merupakan bulan tarbiyah, salah satu bulan suci di antara empat bulan yang Allah SWT mewajibkan hamba-Nya untuk menghormatinya, dan juga sebagian masyarakat Indonesia bahkan menganggap bahwa tanggal 10 Muharam adalah Hari Raya Anak Yatim.

“Bulan muharam ini merupakan salah satu dari empat bulan sakral atau suci, bahkan bulan muharam juga disebut-sebut sebagai bulan anak yatim, dan kegiatan santunan anak yatim ini merupakan kegiatan positif sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan,” katanya melalui rilis ke awak media. 

Intan mengatakan, anjuran pada bulan muharam terutama  10 Muaharam umat Islam dianjurkan untuk menyantuni anak yatim piatu. Menurutnya, barang siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim dihari kesepuluh bulan muharam, maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusapnya. 

Selain kegiatan santunan anak yatim, pada kesempatan yang sama mayora menggelar doa bersama, kegiatan tersebut turut di hadiri oleh tokoh ulama, tokoh masyarakat, kepala desa dan masyarakat sekitar.

Kepala Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, Enung berharap kegiatan-kegiatan semacam ini dijadikan kegiatan rutinitas sehingga menjadi tali erat silaturahmi dengan masyarakat.

“Semangat sosial dan keagamaam ini harus terus ditingkatkan dan dijadikan rutinitas, pengusaha, pemerintah, ulama dan masyarakat terus bermitra positif, sehingga kita bisa bersama-sama bergandeng tangan untuk mampu menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” katanya. (rls)