Menteri Lutfi dan Bahlil Luncurkan Program Ekonomi Berbasis Masjid

0

TIRTAYASA.ID, JAKARTA – Menteri Perdagangan Muhammad Lufti dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mendukung program ekonomi berbasis Masjid. Hal ini terungkap saat keduanya menjadi narasumber talk show bertema ‘Membangun Ekosistem Ekspor Halal UMKM Indonesia’ rangkaian Serial Ramadhan Bersama MES dari 28-30 April 2021, talk show seri keempat digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat secara hybrid, Sabtu (1/5).

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam acara tersebut menceritakan sekilas perjalanannya dari masa remaja sebagai pengurus Masjid di kampung halaman, maupun pengalaman sebagai aktivis semasa kuliah. 

Dengan latar belakang tersebut, Bahlil merasa dekat dengan pergerakan dari Masjid dan semacam ini dan menyambut dengan antusias inisiatif lintas organisasi yang dirangkum dalam kegiatan #RamadhanBersamaMEs.

“Dalam perjalanannya, Rasulullah pun membangun agama Islam melalui pasar. Hari-hari ini, anak muda yang berada di OKP lebih banyak yang lebih ingin menjadi karyawan, PNS, dan politisi,” katanya. 

“Satu hal yang tertinggal adalah fokus terhadap ekonomi. Oleh sebab itu, anak muda harus mengubah mindset dan memperkokoh konsistensi,” tambah Bahlil. 

Bahlil juga menekankan, bicara usaha tidak harus selalu berpatok pada modal. Sebaliknya, yang terpenting saat ini adalah gagasan terlebih dahulu. “Perlu ada kolaborasi antara yang memiliki gagasan dengan yang memiliki kapital,” katanya. 

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, dalam 20 tahun ke depan, ekonomi Indonesia akan naik kelas; Indonesia harus menjadi tuan rumah produk sendiri.

“Inilah saatnya ekonomi kembali dari Masjid. Di Kementerian Perdagangan sendiri, dua fokus yang akan digencarkan adalah industri Muslim Fashion dan Halal Food,” katanya. 

“Saya mengajak Menteri Investasi Dinda Bahlil, Professor KH. Nasaruddin, dan Saudara Arief untuk berdiskusi terkait coaching pengusaha muda di Masjid. Gerakan ekonomi dari Masjid harus benar-benar kita mulai hari ini,” tambah Lutfi.

Menyambut kehadiran kedua menteri di Masjid Istiqlal, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Investasi atas dukungan kepada kebangkitan ekonomi berbasis Masjid.

“Hadirnya kedua Bapak Menteri di sini adalah bukti cinta kepada umat dan Masjid. Terlebih lagi beliau berdua baru mendarat dari Medan langsung ke Masjid Istiqlal tanpa mampir ke tempat lainnya. Terima kasih banyak Pak Lutfi dan Pak Bahlil,” terangnya.

Pertumbuhan Populasi Muslim dan Potensi Ekonomi Syariah 

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai arus perekonomian baru yang berpotensi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi global. 

Potensi ekonomi syariah, atau sering pula disebut ekonomi halal, dapat dilihat dari semakin meningkatnya pertumbuhan populasi muslim dunia yang diperkirakan akan mencapai 27,5 potensi dari total populasi dunia pada 2030 dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara muslim, serta munculnya pasar halal potensial seperti China dan India.

Ekosistem ekonomi syariah termasuk produk halal perlu terus dikembangkan melalui riset. Sehingga, ekspor produk halal Indonesia bisa terus bertumbuh dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara, ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Internasional (OKI) baru mencapai US$ 45 miliar atau setara 12,5 persen  dari total perdagangan Indonesia sebesar US$ 369 miliar pada 2018.

Untuk itu, perlu ada peningkatan riset di bidang ekonomi dan keuangan syariah, termasuk penerapan teknologi di dalam membangun industri produk halal di Indonesia. (rls)