Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Daerah · 30 Nov 2022 20:19 WIB ·

Kasus Stunting Kota Serang Alami Penurunan


 Wali Kota Serang, Syafrudin. Sumber : Humas Setda Pemkot Serang. Perbesar

Wali Kota Serang, Syafrudin. Sumber : Humas Setda Pemkot Serang.

TIRTAYASA.ID, KOTA SERANG – Pemerintah Kota Serang mengklaim terjadi penurunan pada kasus stunting. Hal ini dikatakan Wali Kota Serang Syafrudin usai membuka Rapat Evaluasi pelaksanaan percepatan Penurunan Stunting di Kota Serang Tahun 2022, Rabu 30 November 2022.

Kegiatan tersebut diselengarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang.

Berdasarkan data pemerintah pusat angka stunting di Kota Serang 27,7 persen dari total penduduk Kota Serang sebanyak 702.000 jiwa.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, angka stunting berdasarkan data nasional pada 27,7 persen. Angka tersebut menurun hingga 24 Persen dan di targetkan tahun depan menurun hingga 14 Persen.

BACA JUGA   Peringati HUT Ke-77 PGRI Kota Serang Sukseskan Tanam 10 Juta

“Kota Serang sebenarnya yang potensi stunting lebih besar dari jumlah 702.000 itu jumlahnya hanya sekitar 8.000 sekian. Jadi, kurang lebih 9 persen (kasus stunting,” ujarnya.

Syafrudin mengungkapkan, berdasarkan catata Pemkot Serang yang terindikasi stunting sebanyak 1.910 orang. Jadi kurang lebih 5 persen.

“Ini yang menjadi tanggung jawab kami bersama bagaimana caranya agar dari tahun ke tahun terus menurun dan tuntas,” katanya.

BACA JUGA   Catat Rekor! Pendaftar PPK Serang, Kota Serang Terbanyak di Provinsi Banten

Pemkot Serang terus berupaya melatih kader-kader Posyandu di tiap kelurahan. Termasuk, mengalokasikan anggaran melalui Dinas Kesehatan dan DP3AKB.

“Kita sudah siapkan dalam rangka penurunan stunting ini, kemudian sosialisasi-sosialisasi dari setiap kecamatan ini sudah kita laksanakan,” katanya.

“Mudah-mudahan dari jumlah 1910 ini di tahun 2023 ini ada penurunan sehingga ada progres bagus dari setiap pihak yang terlibat,” imbuhnya.

BACA JUGA   KORPRI Kota Serang Diminta Berinovasi

Kepala DP3AKB Kota Serang Anthon Gunawan mengungkapkan, beberapa indikator faktor yang mengakibatkan stunting, diantaranya pernikahan dini, kesehatan ibu-ibu hamil, ibu menyusui kurang dalam meberikan asi.

“Itulah yang ditemukan pada audit stunting,” katanya.

Anton mengungkapkan, di Kota Serang terdapat sekitar 8.000 anggota keluarga berisiko stunting. Hal itu berdasarkan hasil pendataan terhadap 52 ribu anggota keluarga.

“Untuk kasus stunting itu sendiri, kita ada di angka 5,7 Persen artinya dari jumlah 52 ribu balita, itu terdapat 1.910 balita yang terkena kasus stunting,” katanya. (*)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KSMI Banten dan Kota Serang Gelar Konsolidasi, Perkuat Arah Pengembangan Mini Soccer

25 April 2026 - 10:00 WIB

Dinkes Kota Serang Intensifkan Intervensi, Tekan Angka Stunting Bertahap

16 April 2026 - 10:19 WIB

Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan Posbankum

9 April 2026 - 08:16 WIB

Lantik 132 Pejabat di Pemprov Banten, Andra Soni Minta Segara Beradaptasi

31 Maret 2026 - 16:41 WIB

Berbagi Takjil, PDI Perjuangan Kecamatan Serang Pererat Kepedulian Sosial dengan Masyarakat

15 Maret 2026 - 20:18 WIB

Puluhan Kuliner Khas Banten Meriahkan Buka Puasa Relawan, Upaya Lestarikan Warisan Daerah

14 Maret 2026 - 21:20 WIB

Trending di Daerah