Jangan Hinakan Nabi Muhammad SAW

0
Wakil Sekjend DPP GEMA Mathla’ul Anwar, Dimas Dharma Setiawan. (Ist)

Oleh : Dimas Dharma Setiawan

Baru-baru ini umat Islam diseluruh dunia dikejutkan atas penodaan Agama berupa pembakaran, perusakan dan peludahan kitab suci Al-Qur’an di negara Swedia dan Norwegia, serta penayangan ulang karikatur Nabi Muhammad S.A.W di negara Perancis.

Sikap intoleransi itu mengundang aksi protes disejumlah negara sebagai bentuk kecaman dari umat Islam terhadap para pelaku. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri telah menyampaikan sikap keberatan atas aksi tercela tersebut.

Penayangan ulang karikatur Nabi Muhammad S.A.W bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2005 surat kabar bernama Jyland Posten di Negara Denmark pernah menayangkan dua belas karikatur Nabi Muhammad SAW. Sejumlah politisi sayap kiri disana juga turut mendukung sikap tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

Penodanaan kembali terulang satu tahun kemudian yang ditayangkan pada salah satu stasiun televisi disana. Belum puas mencemooh simbol keagungan Islam, pada tahun 2017 dengan sombong seorang Menteri di Denmark bernama Inger Stojberg memuat ulang karikatur yang sama. 

Kini, di tahun 2020 peristiwa serupa terjadi di negara Perancis. Surat kabar Charlie Habdo melakukan cetak ulang karikatur yang mengambarkan sesosok pria Arab berjenggot membawa bom yang melingkar di kain sorbanya ialah Nabi Muhammad S.A.W. Penayangan tersebut patut dimaknai sebagai serangan tidak bermoral dan hina.

Sejatinya peristiwa memilukan itu tidak terjadi ditengah situasi Dunia yang masih mengalami keprihatinan akibat pandemic Covid19 dan juga ditengah memanasnya hubungan sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah.

Mewujudkan keberlangsungan perdamaian di bumi tentulah di gelorakan oleh segenap insan warga bumi. Sejak peristiwa 9 November (911) diskursus ketakutan terhadap Islam (Islamophobia) terlihat kuat disejumlah negara Eropa dan Amerika.

Orang yang namanya identik dengan Islam, biasanya sulit untuk masuk di negara mereka. Sekalipun bisa masuk harus melewati pemeriksaan data yang dilakukan secara ketat dan keberadaanya kelak akan selalu diawasi. 

Nestapa Islamophobia di dunia barat diakibatkan juga oleh campur tangan politik negara tersebut. Di negara Belanda ada partai sayap kanan bernama Forum for Democracy mengusung jargon Anti Imigran dan Anti Islam. Selain itu Kemenangan Brexit di Inggris dan Donald Trump di Amerika disebut sebagai sumber kekuatan Islamophobia disana.

Negara-negara yang membiarkan tumbuhnya sikap anti Islam didalam negaranya sama dengan melanggar Piagam PBB (Unesco) yang dibuat pada tanggal 16 November 1995 tentang  Toleransi.

Piagam tersebut mengamanatkan bahwa setiap bangsa-bangsa di Dunia wajib mengambil melakukan penghapusan segala bentuk sikap intoleransi berdasarkan agama dan ras. Larangan menggambar fisik Nabi dan Rosul bukanlah mengada-ada.

Dahulu kala terjadi paganisme penyembahan terhadap berhala sangat kuat. Orang yang sudah meninggal wajahnya dipahat atau dilukis lalu disembah.

Nabi SAW sendiri mengecam orang yang mengkultuskan orang soleh  lalu membuat gambarnya untuk di puja. Dalilnya “Janganlah kalian menyanjungku berlebihan sebagaimana orang-orang Nasrani menyanjung Putera Maryam, karena aku hanya hamba-Nya dan Rasul utusan-Nya” (HR. Ahmad).

Sangat wajar jika umat Islam melakukan kecaman oleh sebab Muhammad S.A.W sebagai Uswatun Hasannah dalam berkehidupan di dunia dan akhirat kelak. Allah S.W.T Tuhan yang sangat mulia, pemilik kitab yang mulia, ajaran yang mulia, malaikat, nabi dan rosul yang mulia.

Umat Islam meyakini bahwa Muhammad SAW sebagai sosok manusia mulia yang ditunjuk oleh Allah Aza wa jalla menjadi Nabi. Sikap dan perbuatannya menuntun umatnya kepada jalan kebaikan, jalan yang sangat diridhai.

Allah maha suci berfirman “Muhammad itu bukanlah ayah dari salah seorang lelaki di antara kalian. Akan tetapi, beliau adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah terhadap segala sesuatu Maha mengetahui.”(Qs.Al-Ahzab:40).

Nabi Muhammad SAW menjadi nabi terakhir bagi manusia di bumi ini. Ajarannya  menyempurnakan nabi-nabi sebelumnya. Allah Maha Agung menjamin kemuliaan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman “Tidaklah kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam” (Qs. Al-Anbiya :107).

Nabi Muhammad SAW sebagai juru damai, sebuat riwayat menyebutkan Nabi S.A.W  pernah mendamaikan kedua suku yang bertikai di Madinah bernama Bani Aus dan Bani Kahraz. Perselisihan disudahi saat Nabi S.A.W datang ke Madinah.

Selanjutnya kedua suku tersebut memilih untuk mengikatkan diri pada persaudaraan.
Nabi Muhammad SAW melarang umatnya untuk berbuat kemaksiatan, bagi yang melanggar akan berdosa. Dari Ibnu Umar r.a. bahwasannya Nabi S.A.W bersabda, “Setiap hal yang memabukkan itu khamr, dan setiap yang memabukkan itu haram.” (H.R. Muslim).

“Jika seseorang itu berzina, makan iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (diatas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali pada padanya” (HR.Abu Daud dan Tirmidzi).Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan teror.

Dalil-dalilnya : “Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” (HR. Tarmidzi). “Siapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaklah ia mengembalikannya” (HR. Abu Daud). “Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain (HR.Ahmad).

Label teroris kepada Islam sebagai rekayasa keji yang dibuat oleh orang-orang kafir. Sejak lama A-Qur’an menyebutkan adanya tanda-tanda kezaliman terhadap Islam.

Allah Tuhan yang maha tahu berfirman “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At Taubah: 32).

Negara yang umatnya penganut ajaran Nabi Muhammad SAW sebagian besar negara yang kaya raya. Sebut saja negara Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Turki dan Arab Saudi disebut memiliki ladang minyak bumi dan gas alam yang melimpah.

Pasar Ekspor mereka merambah hampir semua negara di Dunia. Hitungan pendapatan perkapita mereka paling rendah sekitar USD 4.761 Milliard hingga mencapai USD 93.963 Milliard. Keadaan di timur tengah tidak seindah cerita kekayaanya, konflik horizontal terjadi disana.

Situasi itu dimanfaatkan oleh negara-negara barat untuk datang kesana. Tawaran menjadi juru damai menjadi alasan, namun kemelut tidak mereda melainkan malah semakin besar. Sejumlah pihak menuding hadirnya negara barat di timur tengah tidak lain karena alasan sentimen minyak bumi dan gas alam itu sendiri. 

Diakhir tulisan ini bahwasanya umat Islam sebagai umat yang tidak hanya berpikir, melainkan umat yang memiliki hati dan perasaan yang mulia, sehingga dalam posisi sulit sekalipun akan tetap sabar dan tawakal seraya beriktihar dengan gigih dan gagah meraih keberhasilan dalam menaklukan ancaman agresifitas peradaban global. (*)

)*Penulis adalah Wakil Sekjend DPP GEMA Mathla’ul Anwar