Dulu Ke Mantri Desa, Kini Ke Rumah Sakit

0
Subaniah salah satu peserta JKN-KIS Kabupaten Lebak

Cerita Subaniah Peserta Program JKN-KIS Kabupaten Lebak   

TIRTAYASA.ID-LEBAK. Dulu hanya mampu berobat ke mantri desa kini, merasakan pelayanan kesehatan Rumah Sakit setelah menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

“Alhamdulilah saya terbantu oleh BPJS Kesehatan (Program JKN-KIS). Kalau bayar sendiri saya dari mana duitnya,” ujar Subaniah (60) Warga Kampung Dukuh RT 07, Rw 07, Kelurahan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, saat ditemui di kediamannya. 

Subaniah mengaku, sebelumnya hanya mampu berobat ke mantri desa lantaran terbentur dengan kondisi keuangan. Kondisi sekarang, tanpa harus mengeluarkan uang bisa berobat ke rumah sakit.

Subaniah menjelaskan, mulai dari biaya administrasi, konsultasi dokter, laboratorium dasar hingga obat sudah termasuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan.

Alhamdulilah ada bantuan pemerintah, sehingga saya agak tenang dan tidak perlu mengeluarkan uang,” katanya.

Subaniah menuturkan, sejak tiga tahun terkahir ia rutin melakukan pemeriksaan, dari situlah ia mengetahui penyakit yang selama ini dideritanya. Mulai dari sakit jantung, kolesterol, serta darah tinggi. 
“Saya sempat dirawat inap selama lima hari di rumah sakit,” katanya. 

Ia mengaku, selama berobat, tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun. Tak hanya itu, menurutnya pelayanan-pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit sangat baik dan memuaskan kepada pengguna kartu JKN-KIS.

“Alhamdulilah pelayanannya juga baik-baik. Saya berobatnya rutin kemarin juga berobat lagi, pokoknya selama punya kartu JKN-KIS, yang saya rasakan adalah tingginya manfaat JKN-KIS yang luar biasa banyak,” katanya.

Menurut Subaniah, tidak tahu harus bagaimana jika tidak ada Program JKN-KIS yang membantunya untuk berobat. Pasalnya, biaya untuk proses pengobatan dirinya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Ia tidak tahu bagaimana jika tidak ada Program JKN-KIS, harus mendapat duit darimana.

“Memang mahal saya tau kemarin ketika dirawat kata pihak rumah sakit ada Rp30-50 juta itu kalau di operasi, tapi kalau biasa saja paling juga Rp10-15 juta gitu. Maka saya sangat terbantu, coba kalau tidak ada JKN-KIS pasrah saya berobat seadanya,” tuturnya.

Disinggung bagaimana jika program JKN-KIS ditiadakan oleh pemerintah, Subaniah mengaku sangat keberatan, karena ia mengaku sangat terbantu sekali dengan adanya program JKN-KIS yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan tersebut. 

Di akhir pertemuannya, Subaniah berharap program jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan dapat terus membantu masyarakat untuk memperoleh jaminan hidup yang lebih baik.

“Jangan lah, kalau dihapus pasti saya menangis, masa saya harus jual rumah untuk berobat,” cetusnya sambil meneteskan air mata.

“Keinginan saya pribadi agar program JKN-KIS terus lanjut memberikan pelayanan kepada masyarakat, jangan sampai dibubarin ini harus diperpanjangan saya sudah adem ada KIS ini,” katanya. (rls)

Berita ini sebelumnya tayang di Jamkesnews dengan judul berita Hampir Jual Rumah Karena Tak Punya Berobat Subaniah Bersyukur Ada JKN-KIS 

https://www.jamkesnews.com/jamkesnews/berita/detail/tmn/23246/20200824/hampir-jual-rumah-karena-tak-punya-biaya-berobat-subaniah-bersyukur-ada-jkn-kis