BPIP Ajak Masyarakat Isi Ruang Digital Dengan Hal Positif

0

TIRTAYASA.ID, JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak masyarakat terutama generasi milenial untuk mengisi ruang digital dengan hal yang Positif. Pasalnya, dengan berkembangnya teknologi saat ini tidak sedikit penyalahgunaan ruang digital terutama pengguna media sosial.

Wakil kepala BPIP Prof Hariyono mengatakan, bermedia sosial merupakan salah satu perilaku hidup berbangsa dan bernegara. Sehingga pengguna media harus memiliki nilai norma dan etika yang berlandaskan Pancasila.

“Pancasila tidak berhenti pada tataran pidato melainkan telah menjadi kebutuhan berbangsa dan bernegara”, ucapnya saat menjadi keynote speaker pada acara talkahow dengan tema Membangun Karakter Bangsa di Era Digital, Selasa, (23/2).

Ia juga mengaku sejak awal Pancasila tidak berhenti hanya alat pemersatu bangsa tetapi, juga membawa kemajuan kepada bangsa.

“Sehingga dari Pancasila ada harapan bisa menyatukan membangun karakter bangsa di era digital sekarang ini,” tegasnya.

Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agristina menekankan kepada generasi milenilal untuk tetap produktif dan kreatif dalam menggunakan media sosial apalagi di masa pandemi Covid-19.

“Generasi muda itu bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang harus terlibat dalam segala pembangunan di era digital ini” ucapnya saat menjadi narasumber.

Ia juga mendorong kepada generasi milenial untuk tetap merawat Pancasila dengan memahami dan mentaati peraturan-peraturan di ruang digital.

“Inilah yang penting, sehingga kita bisa membangun pemikiran kritis dari generasi muda Indonesia”, tegasnya.

Direktur Jendral  Aptika Kominfo Samuel A. Pangerapan mengatakan, ruang digital yang telah memebrikan kebebasan kepada semua orang itu harus diberikan batasan.

“Ini tanggungjawab kita, ruang digital ini harus kita jaga, sehingga ruang ini tidak berdampak buruk dengan banyaknya korban hoax dan korban penipuan”, terangnya.

Dalam kesempatan yang sama Public Figur Cinta Laura Kiehi menilai pengguna media sosial saat ini masih didominasi dengan konten yang kurang memilki nilai-nilai Pancasila.

“Aku liat sih di media sosial saat ini yang terpopuler atau tranding itu biasanya yang konten-konten komedi atau lucu lucuan tetapi kurang memiliki value, ujarnya.

Dirinya berharap generasi milenial bisa memanfaatkan ruang digital sebaik mungkin berdasarkan Pancasila.

“Supaya mereka itu bisa menjadi warga negara indoensia ya baik, memiliki toleransi, tidak membuat berita bohong,” tegasnya.

“Saya kira perlu ada internalisasi kepada pengguna media sosial sehingga bukan hanya menghafal tetapi bisa membantu kita menjadi karya sesuai ideologi kita ini”, tutupnya. (rls)