Aplikasi Medsos; Media Pembelajaran IPS untuk Milenial

0

Oleh : Sekar Ayu Cahyaningtias

Saat ini, penggunaan teknologi sudah bukan menjadi hal asing bagi setiap orang, khususnya bagi para generasi milenial yang lahir pada saat era teknologi dan digitalisasi mulai berkembang. Kehadiran teknologi tentunya memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan manusia sehingga menjadi lebih praktis dan mudah. 

Di era generasi milenial saat ini, teknologi bukan hanya digunakan sebagai media hiburan saja, akan tetapi dapat digunakan juga sebagai media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar maupun mencari informasi dan sumber-sumber belajar yang relevan bagi generasi milenial masa kini.

Perlu diketahui bahwasanya media pembelajaran merupakan alat bantu atau media perantara yang dapat digunakan untuk menjelaskan materi pembelajaran sehingga materi disampaikan dapat lebih jelas dan mudah dipahami. 

Dalam pembelajaran IPS, penggunaan media pembelajaran bukan lagi hal baru dan telah lama digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Ada berbagai macam jenis media pembelajaran IPS yang dapat digunakan oleh pendidik untuk menjelaskan materi pembelajaran terhadap para peserta didiknya, salah satunya dengan menggunakan media sosial.

Media sosial saat ini banyak sekali digunakan oleh generasi milenial masa kini. Kehadiran media sosial bagi para generasi milenial memungkinkan mereka untuk melakukan interaksi sosial atau berdiskusi secara daring antara satu orang dengan orang lainnya tanpa adanya batasan ruang dan waktu. 

Ada banyak sekali jenis aplikasi media sosial yang dapat digunakan dan memiliki fungsi tersendiri sehingga memudahkan seseorang untuk memilih dan menggunakan aplikasi media sosial sesuai dengan kebutuhannya.

Banyak sekali jenis aplikasi media sosial pendukung yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran IPS, seperti menggunakan aplikasi Zoom, Google Classroom, Google Meet, WhatsApp, Instagram, Telegram, Youtube serta aplikasi media sosial lainnya yang dapat diakses melalui handphone ataupun perangkat lainnya.

Dengan adanya media sosial sebagai sarana media pembelajaran IPS, tentunya memiliki banyak kelebihan sehingga dapat memudahkan generasi milenial untuk mengakses materi pembelajaran IPS.

Pertama, media sosial dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Ini berarti media sosial tidak terbatas, berbeda dari pembelajaran yang dilakukan di kelas yang amat sangat terbatas dalam waktu dan ruang. Dengan menggunakan media sosial, tentunya peserta didik dapat dengan bebas mengakses pembelajaran kapanpun ia mau dan tetap dapat berinteraksi melalui aplikasi chat, telepon, atau video call. 

Kedua, media sosial mudah digunakan dan kegiatan belajar jadi lebih menyenangkan. Bagi para generasi milenial, media sosial telah menjadi makanan sehari-hari yang selalu mereka akses. Hal inilah yang memungkinkan penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran dapat menjadi lebih mudah karena para peserta didik bisa dengan cepat memahami aplikasi media sosial yang digunakan dalam kegiatan belajar.

Selain itu, kegiatan pembelajaran jadi lebih menyenagkan karena banyak aplikasi-aplikasi media sosial yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran. Contohnya seperti penggunaan aplikasi Canva untuk menyajikan materi pembelajaran IPS tentang negara-negara ASEAN melalui media pembelajaran berupa Power Point atau Mind Map yang didesain semenarik mungkin sehingga dapat menarik minat peserta didik untuk belajar sehingga pembelajaran menjadi semakin menyenangkan. 

Ketiga, Biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan belajar melalui media sosial lebih sedikit. Jika biasanya di sekolah peserta didik harus mengeluarkan biaya untuk membeli buku paket maupun LKS sebagai sumber belajar, lain halnya dengan media sosial yang saat ini banyak aplikasi yang memberikan layanan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. 

Selain itu, peserta didik juga dapat lebih leluasa dalam mengakses sumber belajar karena media sosial memiliki jangkauan yang sangat luas dan peserta didik juga dapat mengakses e-book apabila buku yang dicari tersedia.

Dari kelebihan-kelebihan yang ditawarkan, tak bisa dipungkiri bahwa media sosial pun memiliki kekurangan sebagai media pembelajaran. Kekurangan tersebut seperti kurang intensnya interaksi antara pendidik dan peserta didik maupun antar peserta didik satu sama lain yang disebabkan karena pembelajaran dilakukan melalui media sosial. 

Kemudian, sulitnya mengakses media sosial karena keterbatasan kuota akibat harganya cukup mahal dan akses internet  belum dapat menjangkau seluruh wilayah khususnya di desa dan wilayah pedalaman sulit terjangkau, dan sulitnya mengetahui apakah peserta didik mengerti tentang materi yang disampaikan atau tidak karena pembelajaran melalui media sosial ini tergantung bagaimana peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan atau tidak.

Penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran IPS tentunya memberikan peluang bagi generasi milenial untuk memaksimalkan kegiatan belajar secara optimal melalui media sosial. Generasi milenial merupakan generasi yang tumbuh bersamaan dengan kehadiran teknologi yang seiring berjalannya waktu terus berkembang mengikuti zaman. 

Bagi generasi milenial, media sosial merupakan suatu hal yang sudah terikat dalam kehidupan dan tidak dapat dilepaskan begitu saja karena media sosial selalu diakses setiap hari untuk berinteraksi dengan orang lain dan tempat untuk mencari informasi yang sangat mudah digunakan. 

Banyaknya pengguna media sosial dikalangan generasi milenial ini tentunya dapat dijadikan sebagai peluang untuk menjadikan media sosial sebagai media pembelajaran yang sangat sesuai dengan kepribadian dan gaya hidup generasi milenial masa kini yang tidak dapat lepas dari pengaruh teknologi sebagai pengganti kegiatan belajar di kelas supaya tidak monoton.

Akan tetapi, penggunaan media sosial juga dapat memberikan ancaman bagi para generasi milenial dalam kegiatan belajar melalui media sosial. Kurangnya pengawasan pendidik akibat pembelajaran dilakukan secara daring tanpa tatap muka, serta orang tua peserta didik yang belum tentu memahami penggunaan teknologi dapat menyebabkan peserta didik justru malas belajar dan bisa saja mengakses hal-hal negatif yang seharusnya tidak dilihat.

Selain itu, maraknya kejahatan di media sosial atau cybercrime seperti akun media sosial anak yang di hack dan diambil data-data pribadinya juga bisa menjadi ancaman bagi para generasi milenial dalam menggunakan media sosial.

Untuk mengantisipasi kekurangan dan ancaman dari media sosial sebagai media pembelajaran IPS, generasi milenial tentunya harus bijak dalam menggunakan media sosial dan dapat memanfaatkan kehadiran media sosial sebagai media pembelajaran untuk mengakses sumber-sumber belajar yang relevan supaya dapat mengoptimalisasikan kegiatan belajar.

Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran melalui media sosial sebagai pengawas. Tentunya, perlu ada sosialisasi bagi para orang tua mengenai teknologi sehingga orang tua menjadi lebih paham dan dapat mengawasi anak dalam menggunakan media sosial agar para generasi milenial dapat memaksimalkan kelebihan dan peluang media sosial sebagai media pembelajaran IPS. (*)

*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Negeri Semarang