Abuya Uci Sahabat Gus Dur, Tutup Usia

0
Abuya Uci Thurtusi Cilongok, Tangerang. (net)

TIRTAYASA.ID – Kabar duka wafatnya salah satu ulama karismatik Banten, Abuya Uci Thurtusi, Selasa (6/4). Suasana duka pun membuat terlihat di media sosial dan kedatangan ribuan orang ke rumah duka. Ketokohan yang melekat dari sang ayah Abuya Dimyathi Cilongok Desa Sukamantri Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Dari berbagai sumber informasi, dalam beberapa kesempatan. Abuya Uci menceritakan kedekatannya dengan sosok Almarhum Mantan Presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau dikenal Gus Dur. 

Kedekatan keduanya diungkap Abuya Uci pada saat ceramah. Dimana Abuya Uci menanyakan kepada Gus Dur sebelum wafat. “Gus apa yang paling diinginkan oleh Gus apa? Baik di kala jadi presiden atau setelah lengser jadi presiden,” tanya Abuya Uci. 

Jawaban Gus Dur pada saat itu, ketika wafat, ia meminta sering-sering dikirimkan Al-fatihah. “Saya inginkan adalah ketika saya wafat, istri, anak, teman-teman dan sekitarnya mengirimkan Al-Fatihah buat saya,” kata Abuya menirukan Gus Dur.

Kharismatik Guru Besar dan Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Ta’lim Al-Istiqlaliyah meneruskan tradisi pengajian mingguan. Jamaah yang hadir setiap minggu itu selalu memadati area pondok pesantran. 

Seringkali, parkir mobil dan motor para Jamaah sudah tidak tertampung disatu tempat, sehingga kendaraan banyak parkir ditempat yang lumayan jauh, saking banyaknya jamaah yang tidak tertampung di masjid dan majelis.  Bahkan, jamaah rela mencari tempat duduk disepanjang jalan, di bawah pohon, dan dirumah penduduk sekitar, jamaah mencapai ribuan bahkan puluhan ribu. 

Namanya sudah terkenal hingga keluar pulau jawa, bahkan yang menghadiri pengajian mingguan sering didatangi ulama dari mancanegara, seperti ulama dari Mesir, Yaman, Arab, India, Irak, Maroko dan negara lainnya pernah berkunjung mengikuti acara pengajian.

Selain acara pengajian mingguan, ada beberapa acara besar yang diselengarakan tahunan. Yakni, Maulid Nabi, Haul Syekh Abdul Qadir Jaelani. Bahkan, salam satu kesempatan almarhun Gus Dur mendatangi Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani. (red)